Kamis, 11 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Sukoharjo

Tulus Menangis Sesenggukan Lepas Kepergian Anak Korban Tewas Kecelakaan Bus di Bantul: Mas Bobo Sini

Seorang anak, AR (9) turut menjadi korban dalam kecelakaan maut bus GA, yang terjadi di Imogiri, Bantul, Yogyakarta pada Minggu (6/2/2022).

Tayang:
Editor: galih permadi
TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Tulus Rahmanto (37) menangis di makam anaknya, AR, di Sukoharjo, Senin (7/2/2022). Anak Tulus adalah satu dari 13 korban meninggal dalam tragedi kecelakaan maut bus GA Trans di Imogiri, Yogyakarta, Minggu (6/2/2022). 

Di sisi lain, sang ibu, Sartini yang menguatkan diri melihat makam anak dan mertuanya, juga tak kuasa menahan tangis.

Sembari mengusap tanah makam anaknya, Sartini berusaha mengiklaskan kepergian sang anak tercinta.

"Wis yo le, sing tenang (sudah ya nak, yang tenang)," kata Sartini sambil terisak di depan makam sang anak.

Nampak, nenek dan kakek dari sang ibu juga datang, dan langsung memeluk pusara sang cucu.

Sang kakek dari sang ibu yang datang ke makam cucunya, berkata di mana cucuku, kemudian laki-laki paruh baya itu pun menangis.

Oleh keluarga yang hadir, keduanya diminta untuk tidak menangis di depan makam tersebut.

Setelah cukup mendoakan anak dan kedua orangtua beserta simbahnya, Tulus dan keluarga kembali ke rumah.

Sempat Melarang

Tulus mengatakan bahwa ia sempat tak menyetujui kepergiaan kedua orangtua dan anaknya.

"Sempat melarang, tapi ya anak mau ikut, sebenarnya kemarin malam sudah bilang nggak boleh ikut, karena AR kalau masuk bus sering mabuk," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (7/2/2022).

Ia juga melarang kedua orang tuanya untuk berangkat, karena merasa kasihan.

Mereka bertiga hanya dijatah dua kursi saja.

"Kalau orangtua saya kemarin memang tidak saya perbolehkan, karena ya berangkat 3 orang cuma dapat dua kursi, kalau semua ikut saya kasihan, anak saya meski baru berumur segitu, tapi badannya sudah besar," jelasnya.

Malam hari sebelum berangkat, AR sempat meminta kepada sang ayah untuk dibelikan makanan ringan untuk bekal selama di perjalan.

Namun, sang ayah tidak sempat mengabulkan, karena saat ia pulang kerja, toko sudah tutup.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved