Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Guru Berkarya

Menumbuhkan Literasi Siswa melalui Pojok Baca

Implementasi dari gerakan literasi sekolah yang dilakukan di SDN 2 Belor dengan cara membuat pojok baca di tiap-tiap kelas.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Sri Susilowati SPdSD, Guru SDN 2 Belor Kab Grobogan 

Oleh: Sri Susilowati SPdSD, Guru SDN 2 Belor Kab Grobogan

PROGRAMME for Internasional Student Assessment (PISA) merupakan metode penilaian internasional yang menjadi indikator untuk mengukur tingkat kompetensi siswa di tingkat global. Berdasarkan survei tahun 2018 dalam capaian kompetensi membaca, Indonesia berada dalam urutan 72 dari 77 negara. Hasil survei tersebut membuktikan keterampilan yang dimiliki peserta didik di Indonesia terutama dalam bidang membaca sangatlah memprihatinkan.

Sebenarnya rendahnya minat baca peserta didik yang dikutip dari Adib & Hermintoy (2017) di antaranya masih rendahnya kemahiran membaca siswa, banyaknya jenis hiburan (game) dan tayangan di TV yang mengalihkan perhatian anak-anak dari buku, budaya membaca yang belum pernah diwariskan oleh nenek moyang kita, dan minimnya koleksi buku di perpustakaan yang tidak memberikan iklim yang kondusif bagi tumbuh kembangnya minat baca peserta didik. Rendahnya keterampilan tersebut membuktikan proses pendidikan belum mengembangkan kompetensi dan minat membaca peserta didik. Kegiatan pendidikan yang selama ini dilaksanakan di sekolah kurang mendapat perhatian terutama untuk kegiatan membaca di sekolah dasar.

Untuk mengembangkan minat baca peserta didik di sekolah, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Mengembangkan gerakan yang bernama Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan Literasi sekolah (GLS) adalah upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah (Guru, Peserta Didik, Orang tua/wali murid) dan masyarakat, sebagai bagian dari ekosistem Pendidikan (Faradina, 2017).

Penjelasan tersebut menunjukkan kegiatan literasi di sekolah sangatlah penting diterapkan karena dapat membantu perkembangan peserta didik terutama dalam menumbuhkan minat membaca. Bentuk implementasi dari gerakan literasi sekolah merupakan upaya yang berbentuk kegiatan partisipatif dengan melibatkan sekolah agar peserta didik terbiasa membaca. Keterlibatan sekolah sangatlah penting dalam pelaksanaan suatu program seperti program yang telah dilakukan sebelumnya disekolah dasar seperti membaca 15 menit sebelum memulai pembelajaran.

Budaya membaca di sekolah sangatlah diperlukan. Selain untuk meningkatkan mutu dalam pembelajaran, juga dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam hal pemahaman. Sehingga pembelajaran lebih bermakna, bermutu dan menyenangkan. Implementasi dari gerakan literasi sekolah yang dilakukan di SDN 2 Belor dengan cara membuat pojok baca di tiap-tiap kelas.

Budaya membaca perlu difasilitasi dengan membuat kemudahan akses untuk siswa membaca. Pojok baca sangat membantu dalam peningkatan literasi siswa. Pojok baca adalah sebuah sudut baca di kelas yang dilengkapi dengan koleksi buku yang ditata secara menarik untuk menumbuhkan minat baca siswa (Faradina, 2017). Sudut baca ini sebagai perpanjangan dari fungsi perpustakaan sekolah yaitu untuk mendekatkan buku kepada siswa, buku yang tersedia bukan hanya buku pelajaran tetapi terdapat juga buku non pelajaran.

Buku yang tersedia di pojok baca sebagian berasal dari perpustakaan sekolah. Melalui sudut baca ini siswa dilatih untuk membiasakan membaca buku sehingga menjadikan siswa gemar membaca. Pojok baca sangat membantu menumbuhkan minat membaca siswa di kelas.

Peran pojok baca yang di dapat yaitu sebagai fasilitas tempat membaca, sebagai bahan bacaan terdekat, tempat yang nyaman untuk membaca, dan tempat baca yang menarik perhatian. Pojok baca yang menarik dan nyaman akan mampu menumbuhkan minat membaca siswa dan akan meningkatkan literasi siswa.  

Melalui pojok baca diharapkan dapat menanamkan kepada anak didik untuk menciptakan budaya membaca dan kebiasaan segala hal yang berhubungan dengan gemar membaca. Selain itu, dengan gemar membaca, anak memperoleh pengetahuan dan wawasan baru yang akan semakin meningkatkan kecerdasannya sehingga mereka lebih mampu menjawab tantangan hidup pada masa-masa mendatang. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved