Berita Viral
Temuan Baru di Kerangkeng Manusia Milik Bupati Langkat: 6 Tahanan Disiksa sampai Cacat, 3 Meninggal
Panca menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan kepada mantan tahanan itu ditemukan bekas luka-luka akibat dianiaya
Sementara itu Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kembali menemukan fakta terbaru terkait keberadaan kerangkeng manusia di rumah pribadi Bupati Langkat, Terbit Rencana Peranginangin.
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menyebut pihaknya telah menemukan sejumlah alat yang digunakan untuk menyiksa para tahanan dalam kerangkeng milik bupati Langkat.
Satu di antara alat tersebut adalah selang.
Namun, menurut dia, tindakan kekerasan menggunakan selang terhadap para tahanan di sana adalah hal biasa.
Dalam kanal YouTube tvOneNews yang diunggah Selasa (8/2/2022), Choirul Anam menyebut Komnas HAM cukup kesulitan meminta keterangan para saksi.
Ia menduga mantan penghuni kerangkeng manusia Bupati Langkat dihasut agar tak buka suara.
"Mungkin karena trauma ketika ada penyiksaan di kerangkeng itu ya, kan macam-macam," ucap Choirul Anam.
Ia juga menyebut kekerasan bahkan juga dialami para tahanan yang baru satu bulan menghuni kerangkeng manusia itu.
Choirul Anam mengatakan penghuni baru biasanya disiksa menggunakan selang.
Namun, kata dia, kekerasan menggunakan selang termasuk ringan bagi para tahanan tersebut.
"Orang yang baru masuk satu bulan itu pasti mengalami penyiksaan keras," jelasnya.
"Salah satunya disiksa menggunakan alat itu (selang) iya benar, itu yang masih biasa."
"Yang luar biasa ada lagi yang pakai alat lain."
Choirul Anam enggan menjelaskan saat ditanya penemuan alat penyiksaan lainnya di kerangkeng manusia milik Bupati Langkat.
"Kalau keterangan yang kita dapat dari beberapa saksi itu biasa untuk orang yang kesalahan biasa atau orang yang tanpa salah," jelasnya.
"Jadi orang baru masuk diterima dengan selang, makanya ada istilah MOS, dua setengah kancing."
"Yang MOS itu siapa pun yang baru masuk mendapatkan kekerasan." (Tribunmedan/Tribunwow)