Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Kriuknya Kerupuk Sambel Goreng Pasir dan Cemeding Kuliner Khas Pedesaan Blora

Ada kuliner khas yang tidak asing di telinga masyarakat Kabupaten Blora. Apalagi bagi mereka yang hidup di pedesaan. 

Penulis: ahmad mustakim | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Ahmad Mustakim
Sutirah dan anaknya Murni saat menggoreng kerupuk dengan pasir di rumahnya di Dukuh Greneng, Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Ada kuliner khas yang tidak asing di telinga masyarakat Kabupaten Blora. Apalagi bagi mereka yang hidup di pedesaan. 


Seperti yang dikunjungi oleh tribunjateng.com di Dukuh Greneng, Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora


Terdapat kuliner yang akrab disebut Kerupuk Sambel dan Cemeding atau akrab disebut pecel. 


Kerupuk sambel adalah kerupuk yang digoreng menggunakan pasir yang biasa dipakai sebagai bahan bangunan.

Baca juga: Cap Go Meh 2022 di Klenteng Hok Tik Bio Blora Diiringi Hujan, Tanda Banyak Rejeki

Baca juga: Luluk Bawa Tentara Bongkar 3 Pengecer Jual Pupuk Bersubsisi Melebihi HET di Blora

 

Sutirah dan anaknya Murni saat menggoreng kerupuk dengan pasir di rumahnya di Dukuh Greneng, Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.
Sutirah dan anaknya Murni saat menggoreng kerupuk dengan pasir di rumahnya di Dukuh Greneng, Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. (Tribun Jateng/ Ahmad Mustakim)

Pedagang Kerupuk Sambel, Sutirah (67) mengungkapkan sebelum berjualan kerupuk sambel, dirinya berjualan sayuran. 


"Dulu jualan sayur, lontong kalau pas ada ketoprak (seni pertunjukan tradisional, red)," ucapnya, Selasa (15/2/2022). 


Sutirah menggeluti pekerjaan ini lebih dari 20 tahun.


"Anak saya dulu masih kecil-kecil," ujarnya. 


Perempuan kelahiran 1955 ini menerangkan bagaimana cara membuat kerupuk sambel. 


"Pertama kali buat api dulu, terus ngasih pasir di wajan (dari tanah), dipanaskan, kemudian jika udah panas,  kerupuknya dimasukkan dan digoreng dibolak balik," terangnya. 


Sutirah mengaku membuat kerupuk sambel ini dulunya  coba-coba. 


"Dulu belajar melihat orang dari Desa Pengkolrejo Kecamatan Japah," ungkapnya. 


Didampingi anaknya, Murni dirinya menggoreng kerupuk dengan pasir tersebut. 


"Kerupuknya sendiri dari tepung pati, beli di pasar. Ini mudah, jadi langsung dibolak balik, dimasukkan langsung jadi," ucap Murni. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved