Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Purbalingga Perwira

Sering Terjadi Longsor, Pemkab Purbalingga Terjunkan Tim Ahli Geologi

Kejadian longsor akhir-akhir ini yang melanda wilayah Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, membuat Pemerintah Kabupaten Purbalingga

TRIBUNBANYUMAS/Ist. Pemkab Purbalingga
Tim Geologi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), saat mengecek titik longsor akhir-akhir ini yang melanda wilayah Desa Sirau Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Selasa (15/2/2022).  

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Kejadian longsor akhir-akhir ini yang melanda wilayah Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, membuat Pemerintah Kabupaten Purbalingga menerjunkan Tim Geologi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Selasa (15/2/2022). 

Tim terdiri dari personel gabungan dari Kodim 0702/Purbalingga, BPBD Purbalingga, PMI, Polhut, satpol PP kecamatan Karangmoncol, masyarakat Desa Sirau dan tim geologi Unsoed.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Purbalingga, Agus Winarno mengatakan sering terjadi longsor di Desa Sirau. 

Hal inilah yang akan menjadi perhatian serius Pemkab Purbalingga untuk mengetahui apakah yang menjadi penyebabnya. 

Hasil kajian dari Balai Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) Jawa Tengah bukan semata-mata ulah dari manusia namun ada beberapa faktor lainnya.

"Setelah mengetahui penyebab sering terjadi longsor ini menjadi bahan pertimbangan kebijakan pencegahan longsor lebih lanjut," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com.

Menurut Dosen Teknik Geologi Unsoed, Azis Yanuar yang paling besar pengaruhnya terhadap longsor dikarenakan struktur batuannya adalah Batuan breksi yang sudah lapuk. 

Sehingga air dapat masuk ke pori-pori batuan lapuk sehingga mengakibatkan longsor.

"Upaya pencegahan jangka menengah dengan memperkuat struktur tanah agar diperbanyak tanaman yang akarnya dapat mengikat tanah di perbukitan. 

Yakni dengan memperbanyak tanama yang akarnya dapat mengikat tanah supaya tidak mudah erosi terbawa arus air," katanya. 

Terkait dengan kondisi tersebut, dari Balai Serayu Opak Jawa Tengah akan memberikan bantuan tanaman akar wangi, untuk memperkuat pengakaran tanah. 

Sedangkan dari perhutani akan melakukan penghijauan dengan 5.000 bibit tanaman kayu. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Dinsos Purbalingga Siapkan Sentra Pelayanan Terpadu Untuk Para Gelandangan

Baca juga: Bupati Tiwi: Wisata Industri di Purbalingga Perlu Didorong dan Dikembangkan

Baca juga: CATAT! Mulai 1 Maret Pasar Segamas Purbalingga Terapkan E-Parkir

Baca juga: Bupati Tiwi Minta Optimalkan Sosial Media untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan di Purbalingga

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved