Kredit UMKM Terus Dipacu, Kontribusi Bank Himbara Capai 62,5%
pemerintah mendorong perbankan mencapai target penyaluran kredit UMKM secara nasional mencapai 30 persen dengan total pembiayaan Rp 1.800 triliun.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyebut, kontribusi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam penyaluran kredit kepada pelaku UMKM terus meningkat. Tercatat, peningkatan porsi kredit UMKM Bank Himbara mencapai 11,5 persen.
“Dari sisi nasional, kredit UMKM Himbara ini telah mencapai 62,5 persen kepada UMKM nasional. Tentunya untuk mencapai target 30 persen dari total balance kredit nasional di UMKM, Himbara akan menjadi komponen utama,” katanya, dalam keterangan resmi, Kamis (17/2).
Itu artinya, lebih dari separuh porsi kredit UMKM saat ini berada di tangan empat bank milik negara. Kartika berharap, angka itu bisa terus meningkat seiring dengan pertumbuhan bisnis Himbara yang terus menguat.
Adapun, pemerintah mendorong perbankan mencapai target penyaluran kredit UMKM secara nasional mencapai 30 persen dengan total pembiayaan setara Rp 1.800 triliun.
Hal ini sejalan dengan agenda prioritas dalam presidensi G20 di Indonesia, yakni inklusi keuangan, terutama terkait dengan peran teknologi digital dan peluang meningkatkan akses bagi UMKM dalam hal pembiayaan dan pemasaran.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, kucuran modal yang memadai kepada pelaku UMKM dapat mengakselerasi pemulihan sektor yang menjadi kontributor utama Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tersebut.
"Kami mendorong kredit UMKM nasional dapat terus meningkat, seiring dengan adanya perbaikan permintaan dari sisi sektor tersebut," ucapnya, dalam keterangan resmi, Kamis (17/2).
Saat ini, porsi kredit UMKM baru menyentuh 18,4 persen atau setara Rp 1.200 triliun. Untuk meningkatkan porsi kredit itu, Airlangga menilai, BRI memiliki kontribusi besar dalam penyaluran kredit kepada pelaku usaha.
“Kita bisa mendorong inklusi keuangan. Nah, dukungan UMKM terus kita dorong, dan tentu kita melihat bahwa BRI adalah satu yang memberikan loan besar kepada sektor UMKM," jelasnya.
Direktur Utama BRI, Sunarso menjelaskan, masih terdapat ruang bagi BRI untuk melakukan ekspansi kredit. Hal ini bisa dilihat dari rasio kredit terhadap simpanan (LDR) BRI saat ini yang berada di angka 83 persen.
“Kalau untuk LDR idealnya itu sebutlah 90-91 persen, maka sesungguhnya dari sisi likuiditas maupun dari sisi capital punya peluang dan punya kemampuan untuk tumbuh secara agresif. Tinggal sekarang loan demand-nya itu yang harus kami petakan dengan baik,” paparnya.
Sementara itu, BRI mencatatkan rasio kecukupan modal (CAR) 25,28 persen atau tiga kali lipat di atas threshold yang diatur Bank Indonesia (BI).
Terlebih, BRI baru saja mendapatkan tambahan modal melalui proses rights issue, di mana perseroan mendapat dana segar dari investor publik sebesar Rp 41 triliun.
Saat ini, porsi kredit UMKM BRI telah mencapai 83,86 persen. Dengan strategi transformasi dalam blueprint BRIVolution 2.0 yang sedang dijalankan BRI saat ini, Sunarso optimistis porsi kredit UMKM di perseroan bisa menyentuh 85 persen pada 2024. (Kontan.co.id/Ferrika Sari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-uang-rupiah-nilai-tukar-rupiah.jpg)