Berita Kendal
Lapak Tempe dan Tahu di Pasar Tradisional Kendal Tutup
Pedagang tempe dan tahu di Pasar Tradisional Kendal merealisasikan aksi mogok jualan.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pedagang tempe dan tahu di Pasar Tradisional Kendal merealisasikan aksi mogok jualan mulai hari ini, Senin (21/2/2022), selama tiga hari.
Pantauan tribunjateng.com di Pasar Kota Kendal, lapak pedagang tempe dan tahu tutup untuk mengikuti anjuran dari Pusat Koperasi
Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) Jawa Tengah.
Kondisi yang sama terjadi di Pasar Pagi Kaliwungu, Pasar Sidorejo Brangsong, dan sejumlah pasar lainnya.
Di Pasar Tradisional Kota Kendal, belasan lapak tempe tahu kosong.
Tak ada satu pun pedagang tempe dan tahu yang berangkat ke pasar.
Termasuk pedagang yang juga berprofesi sebagai perajin tempe dan tahu.
Aksi mogok ini dilakukan agar pemerintah mendengar keluh kesah perajin tempe dan tahu atas tingginya harga kedelai saat ini.
Mereka merasa tercekik karena harga bahan pokok kedelai tembus Rp 11.000 per kilogram.
Sedangkan perajin tidak bisa menaikkan harga tempe dan tahu kepada tengkulak (bakol).
Haryati (55), pedagang gorengan mengaku sudah mempersiapkan terlebih dahulu stok tempe dan tahu untuk dijual pada Senin ini.
Dia sudah membeli stok tempe dan tahu dua kali lipat pada, Minggu (20/2/2022) agar tetap bisa jualan untuk kebutuhan satu hingga dua hari.
Namun demikian, Haryati tidak berani 'nyetok' kebutuhan tiga hari karena khawatir rasa tempe dan tahunya tidak enak meski disimpan di kulkas.
"Kalau hari biasanya, saya kulakan tempe sekitar 50 biji. Macam-macam ukurannya, ada yang besar dan kecil. Kemarin Minggu, saya beli lebih banyak untuk stok Senin dan Selasa. Gak berani 'nyetok' untuk Rabu, takut nanti rasa tempe sudah enggak enak lagi," terangnya.
Jika stok habis, Haryati tetap akan berjualan gorengan dengan bahan seadanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/lapak-tempe-kosong1.jpg)