Produsen Tempe Banyumas Ciutkan Ukuran Tempe: dikecilin ukurannya pembeli protes
Kenaikan harga kedelai dikeluhkan produsen tempe di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Banyumas.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Imah Masitoh
Produsen tempe di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran keluhkan harga kedelai yang tinggi, Senin (21/2/2022).
"Kalau musim kemarau lebih susah tempe lebih cepat matang, produksi pasti menurun kalau musim kemarau," ungkap Iim.
Untuk membuat tempe digunakan kedelai impor. Hal ini dikarenakan kedelai impor lebih mengembang dibandingkan dengan kedelai lokal.
Stabilnya kembali harga kedelai sangat diharapkan produsen tempe di Desa Pliken.
Mengingat produksi tempe di sini menjadi pokok usaha warga di Desa Pliken sejak dulu secara turun temurun. (ima)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/produsen-tempe-banyumas-desa-pliken.jpg)