Berita Karanganyar
Serunya Festival Olahraga Tradisional di Karanganyar
Ratusan siswa tingkat SMP sederajat di wilayah Kabupaten Karanganyar ambil bagian dalam acara festival olahraga tradisional
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Ratusan siswa tingkat SMP sederajat di wilayah Kabupaten Karanganyar ambil bagian dalam acara festival olahraga tradisional yang digelar di SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar mulai hari ini, Kamis (24/2/2022).
Festival yang baru pertama kali digelar di SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar tersebut bekerja sama dengan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Karanganyar, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
Dari pantauan di lokasi, tak jarang peserta lomba terjatuh di tengah lintasan lomba saat beradu cepat menyentuh garis finish.
Sekretaris festival, Sapto Mulyono menyampaikan, festival ini diikuti sebanyak 360 siswa SMP sederajat se-Kabupaten Karanganyar. Ada dua cabor yang dilombakan dalam festival yang digelar mulai hari ini, Kamis hingga Sabtu (26/2/2022). Dua cabor itu yakni bakiak dan gobak sodor.
"Festival ini digelar dalam rangka melestarikan olahraga tradisional di Kabupaten Karanganyar," katanya kepada Tribunjateng.com di sela acara.
Dalam perlombaan itu para peserta memperebutkan piagam penghargaan, tropi dan uang pembinaan. Lanjutnya, pemilihan dua cabor bakiak dan gobak sodor itu karena pertimbangan paling digemari anak-anak dan faktor resiko.
Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengajak semua peserta untuk membiasakan olahraga supaya kebugaran badan dapat terjaga, apapun jenis olahraganya. Dia berharap Kormi Karanganyar terus menggelorakan olahraga rekreasi di wilayah Bumi Intanpari.
"Olahraga ini menggembirakan. Tapi dibalik itu ada pelajaran supaya anak-anak sehat, belajar kerja sama," ucapnya.
Peserta dari SMPN 1 Kebakkramat, Fauzi mengungkapkan, baru pertama kali mengikuti perlombaan olahraga tradisional ini. Dia bersama rekannya, Fauzan dan Danilo telah melakukan persiapan latihan selama dua hari sebelum berlangsungnya festival ini.
"Rasanya senang, bangga aja karena baru pertama mewakili sekolahan," ungkapnya.
Menurutnya olahraga tradisional ini selain menyenangkan dapat melatih kekompakan. Dia berharap festival semacam ini dapat digelar setiap tahunnya. (Ais).
Baca juga: Rukun dan Syarat Ibadah Umroh, Tak Boleh Dilakukan Saat Bulan Haji
Baca juga: Chord Duka Last Child, Pada Indahnya Duka dalam Kenangan Kita
Baca juga: Amanda Manopo Curhat Alur Sinetron Semakin Tak Penting, Diduga Ikatan Cinta
Baca juga: Ada 138 WNI Tercatat di Ukrania dam Ada 11 WNI Bertempat Tinggal di Ukraina Timur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/festival-olahraga-tradisional-di-SMK-Muhammadiyah.jpg)