Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Konflik Rusia dan Ukraina

137 Warga Ukraina Tewas, 50.000 Lari ke Luar Negeri, Ini Rangkuman Hari ke-2 Serangan Rusia

Melalui udara, darat, dan laut, Rusia telah melancarkan serangan yang menghancurkan di Ukraina mulai Kamis (24/2/2022)

Editor: muslimah
AJ+
melihat lebih dekat ukraina setelah diserang rusia 

TRIBUNJATENG.COM – Melalui udara, darat, dan laut, Rusia telah melancarkan serangan yang menghancurkan di Ukraina mulai Kamis (24/2/2022).

Selama berbulan-bulan Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyangkal akan menyerang Ukraina.

Tetapi kemudian, Putin membatalkan kesepakatan damai, mengirim pasukan melintasi perbatasan di utara, timur, dan selatan Ukraina.

Baca juga: Kisah Nabi Yahya Diburu Prajurut Herodes karena Menentang Pernikahannya

Baca juga: Kemarin Error Seharian, Bank Mandiri Klaim Layanan Livin by Mandiri Sudah Kembali Normal

Rangkuman konflik Rusia Ukraina

Dengan meningkatnya jumlah korban tewas, Putin sekarang dituduh menghancurkan perdamaian di Eropa dan apa yang terjadi selanjutnya dianggap bisa membahayakan seluruh struktur keamanan benua itu.

Berikut ini perkembangan terakhir konflik Rusia dan Ukraina hingga Sabtu (26/2/2022) pagi, yang dapat disimak:

Pertempuran di Kiev

Pasukan Ukraina melawan apa yang tampaknya merupakan kelompok terdepan dari pasukan invasi Rusia di ibu kota Kiev, dengan tembakan senjata ringan dan ledakan terdengar di distrik utara kota Obolonsky.

Presiden Ukraina: Kita semua ada di sini

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky merilis video self-shot dari pusat Kyiv, bersumpah bersama pembantu kunci untuk tinggal dan mempertahankan ibukota melawan invasi Rusia.

Putin: Ambil kekuasaan

Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyerukan militer Ukraina untuk menggulingkan pemerintahan sendiri yang para pemimpinnya dia gambarkan sebagai "teroris" dan "sekelompok pecandu narkoba dan neo-Nazi".

50.000 warga Ukraina melarikan diri ke luar negeri

Lebih dari 50.000 orang dilaporkan telah meninggalkan Ukraina sejak dimulainya invasi Rusia, terutama ke Polandia dan Moldova, menurut United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) atau Komisioner PBB untuk Pengungsi.

Kepala UNHCR menyerukan "akses tanpa hambatan yang aman" untuk operasi bantuan.

Putin dan Lavrov dikenai sanksi

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved