Konflik Rusia dan Ukraina
Pengusaha Jepang Sumbang Dana 1 Miliar Yen ke Ukraina
Pengusa Jepang, yang juga Ketua dan Presiden Rakuten Group, Hiroshi Mikitani, menyumbangkan dana senilai 1 miliar yen ke Ukraina, Senin (28/2/2022).
TRIBUNJATENG.COM, TOKYO - Pengusa Jepang, yang juga Ketua dan Presiden Rakuten Group, Hiroshi Mikitani, menyumbangkan dana senilai 1 miliar yen ke Ukraina, Senin (28/2/2022).
Dana sumbangan juga telah didistribusikan ke Ukraina.
"Pengiriman selesai! Direktur Shinkeiren dan petugas Rakuten juga sudah mulai menyumbang," tulis Hiroshi Mikitani dalam akun tweet nya, Senin (28/2/2022).
"Semua orang baik-baik saja, jadi tolong donasi. Nomornya akan menjadi pesan dan bantuan," kata Hiroshi Mikitani untuk dukungan lebih lanjut.
Sebelumnya pada tanggal 27 Februari 2022, Hiroshi Mikitani mengumumkan, "Kami benar-benar terbatas dalam apa yang dapat kami lakukan, tetapi kami berkonsultasi dengan keluarga kami dan memutuskan untuk menyumbangkan 1 miliar yen ke Ukraina."
Menurut hubungan masyarakat perusahaan, sumbangan pribadi akan diberikan melalui kedutaan Ukraina.
"Ketika saya melihat Anda dengan berani melawan serangan yang tidak beralasan ini, saya berpikir tentang apa yang bisa saya lakukan untuk Ukraina di Jepang dan menyumbangkan 1 miliar yen (US$8,7 juta) kepada pemerintah Ukraina."
"Saya memutuskan untuk menggunakannya untuk kegiatan kemanusiaan guna membantu Ukraina, bagi orang yang menjadi korban kekerasan," tulis Mikitani.
Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang.
Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengusaha Jepang Hiroshi Mikitani Transfer Dana 1 Miliar Yen untuk Ukraina
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Potret-ibu-di-Ukraina-menggendong-anak-selamatkan-diri-dari-serangan-Rusia.jpg)