Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Konflik Rusia dan Ukraina

Pengungsi Curhat Diperlakukan Rasis Prajurit Ukraina, Disuruh Ambil Sampah hingga Dipukul

Dalam liputan tim BBC, ditampilkan sebuah video saat warga asal Iran di Ukraina diminta untuk memungut sampah oleh petugas perbatasan

Editor: muslimah
AJ+
ribuan warga ukraina 

TRIBUNJATENG.COM - Para pengungsi non warga Ukraina mengeluhkan sikap pasukan keamanan Ukraina yang ditempatkan di perbatasan.

Mereka mendapat perlakuan buruk bahkan dipukul dan didorong agar mengantre di belakang.

Ditayangkan oleh YouTube BBC News Indonesia, Selasa (1/3/2022), terjadi sejumlah aksis rasisme yang dilakukan oleh prajurit Ukraina terhadap para warga non Ukraina yang hendak mengungsi.

Seperti yang diketahui sejak Presiden Rusia Vladimir Putin meluncurkan operasi militer spesial pada Kamis (24/2/2022), banyak penduduk Ukraina yang mengungsi ke negara tetangga.

Baca juga: Pasukan Khusus Rusia Diterjunkan untuk Membunuh 24 Tokoh Ukraina, Ada Presiden dan Juara Tinju Dunia

Baca juga: 7 Potret Vanessa Khong Tunangan Indra Kenz yang Dapat Uang Jajan Rp 2 Miliar

Dalam liputan tim BBC, ditampilkan sebuah video saat warga asal Iran di Ukraina diminta untuk memungut sampah oleh petugas perbatasan.

Setelah memungut sampah barulah warga Iran itu diperbolehkan melanjutkan perjalanan mengungsi pergi dari Ukraina.

Perlakuan rasis juga dialami oleh seorang pemuda asal India yang turut mengungsi pergi dari Ukraina.

Pemuda itu mengaku dipukul menggunakan popor senapan.

"Awalnya tentara Ukraina mendorong senapan ke wajah saya, wajah teman saya," kata pria India tersebut.

"Mereka berlaku buruk kepada kami," ungkapnya.

Warga Kulit Hitam

Ditayangkan pada YouTube BBC News Indonesia, Selasa (1/3/2022), sejumlah video menampilkan perlakuan rasis pasukan militer Ukraina.

Di video pertama tampak seorang pria yang sedang mengungsi merekam situasi di perbatasan.

Ia menampilkan bagaimana sejumlah warga kulit hitam tertahan di perbatasan.

"Mereka tidak mengizinkan orang kulit hitam masuk," ujar perekam.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved