Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

OPINI

OPINI Wijanarto : Banjir Brebes dari Tinjauan Sejarah

WILAYAH Bumiayu, Sabtu pekan lalu (26/2-2022) dilanda banjir akibat luapan sungai Keruh dan sungai Erang (lihat tulisan dan video Tribunnews Jateng, 2

Tayang:
Dok BPBD/ Istimewa
Banjir di Kecamatan Losari Kabupaten Brebes. 

Oleh Wijanarto | Sejarawan Pantura

WILAYAH Bumiayu, Sabtu pekan lalu (26/2-2022) dilanda banjir akibat luapan sungai Keruh dan sungai Erang (lihat tulisan dan video Tribunnews Jateng, 26/2-2022).

Banjir melanda beberapa desa seperti Dukuhturi, Kalierang dan Penggarutan.

Dan ini bukan kali pertama, sebab pada bulan April 2018. Media Tribun Jateng melaporkan kejadian banjir pada 25 April 2018 (lihat tulisan “Banjir Bandang Terjang Bumiayu, Mobil dan Motor Terseret, Jembatan Putus”).

Menjadi menarik karena banjir tahun 2022 ini terjadi di wilayah Brebes Selatan yang notabene secara lokasi berbeda dengan Brebes Utara atau Brebes Tengah.

Sebab narasi banjir, terutama yang menjadi fokus pembicaraan dan pemberitaan yang terjadi di kecamatan Ketanggungan, Jatibarang, Losari, dan Brebes. Lalu bagaimana mengantisipasinya dengan tindakan preventif agar banjir tidak menjadi bencana tahunan. Terlebih kawasan Brebes Selatan yang sekarang dilanda banjir.

Selain Bumiayu, luapan banjir terjadi di Sirampog dan Salem.

Kesadaran itu pun mengemuka sekaligus tudingan pun dilayangkan dari berbagai penjuru. Mulai dari berkurangnya kawasan hutan lindung yang berdampak bagi berkurangnya wilayah resapan air sampainya eksploitasi untuk industrialisasi serta agrobisnis. Ada baiknya untuk membahas persoalan banjir tahunan ini, mari sejenak kita ajak tamasya ke masa lalu.

Zaman Kolonial

Soal banjir di Kabupaten Brebes, memang menjadi momok bagi pengambil kebijakan kolonial maupun masyarakat serta bagaimana pemerintah kolonial melakukan sejumlah penangangan terkait banjir.

Berdasarkan catatan kliping media akhir abad XIX dan paruh abad XX kita bisa membandingkan langkah-langkah penanganan di masa kini.

Permasalahan banjir telah menjadi sorotan pemerintah kolonial. Hal ini disebabkan karena wilayah Brebes memiliki beberapa sungai yang berpotensi meluapnya air jika musim hujan datang.

Dari surat kabar De Locomotief terbitan Semarang 9 Maret 1899 mengutip laporan Residen Tegal dengan judul De Verbetering van den Waterafvoer in West Brebes (Perbaikan Drainase Air di Brebes Barat).

Menyebutkan beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS) selain Pemali yang memantik banjir di Brebes Barat seperti sungai Cisanggarung, Kabuyutan dan Babakan beserta anakan sungai.

Kantor berita Aneta (cikal bakal kantor berita Antara) mewartakan pada tanggal 23 Maret 1926 soal banjir di Brebes, akibat luapan sungai Pemali yang mengakibatkan tanggul baru yang dibangun jebol.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved