Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

OPINI

OPINI Wijanarto : Banjir Brebes dari Tinjauan Sejarah

WILAYAH Bumiayu, Sabtu pekan lalu (26/2-2022) dilanda banjir akibat luapan sungai Keruh dan sungai Erang (lihat tulisan dan video Tribunnews Jateng, 2

Tayang:
Dok BPBD/ Istimewa
Banjir di Kecamatan Losari Kabupaten Brebes. 

Akibatnya desa Sawojajar yang masuk kecamatan Wanasari terdampak luapan banjir. Beberapa rumah roboh. Disebutkan pula jalan melalui desa tersebut belum bisa dilalui karena air tingginya satu meter:

Het ernstigt geleden heft het onderdistrict Wanasari waar in desa Sawodjajar het water daakhoogte bereikte eenige huizen zijn ingestort. De weg naar deze is nog onbegaanbaar, het water staat er ongeveer een meter hoog.

Aneta juga menyampaikan bantuan makanan untuk 10.000 orang terdampak banjir selama 3 hari. Selain itu luapan Pemali meluluhlantakkan jalan Kabupaten yang menghubungkan Brebes Jatibarang yang mengakibatkan mengelupasnya aspal jalan.

Wilayah kota dekat dengan jalan Groote Postweg (pantura) air luapan Pemali menggenangi kampung Pecinan (kompleks Klenteng Hok Tek Bio dan Gamprit sekarang ini). Sementara banjir pun menggenangi wilayah Brebes.

Lumpuhnya jalur pantura akibat banjir di Brebes, pemerintah lolonial menyarankan bagi pengguna lalu lintas pantura untuk mengambil rute dari Tegal melewati Slawi menuju Jatibarang – Ketanggungan dan Tanjung.

Peninggian Rel

Dampak banjir menjadikan perusahaan kereta api Semarang Cheriboon Stroomtrammaatschappij (SCS) melakukan langkah-langkah peninggian rel kereta api hingga 60-70 cm yang membuat penduduk kampung Pulo mengadu ke wedana Brebes.

Penduduk mengeluh bahwa genangan banjir masuk ke kampung akibat peninggian tersebut dan rumah mereka terendam limpahan banjir.

Sebelumnya air mengalir di atas bantalan rel. Peningkatan jalur rel kereta api tidak hanya di kampung Pulo yang dekat dengan sungai Pemali, tapi juga menyasar ruas kantor Pengadilan Negeri / Landraad (bangunan pengadilan lama sebelah Dinas Kesehatan), emplasemen stasiun Brebes serta kantor veldpolitie (sekarang Satlantas Polres Brebes).

Yang menarik dari analisa pemberitaan tempo dulu, musibah yang terjadi di wilayah Bumiayu adalah penyakit pes. Laporan media De Locomotief 10-11-1927 menyampaikan kabat wabah itu yang menjadi penduduk mengalami ketakutan, hingga banyak yang mengungsi ke tempat yang aman:

De bergdesa Boemiajoe, die betrekkelijk nimmer vrij is geweest van pestgevallen, wordt de laatste dagen plotseling geteisterd dooreen onrustbarende pest-epidemie, die groote afmetingen dreigt aan te nemen. Het aantal geconstateerde pest-gevallen in inde laatste dagen, vormt een record voor geheel Java. De dienst der pestbestrijding, die helaas niet over voldoende personeel beschikt, doet in samenwerking met het bestuur, met de ten dienste staande krachten en middelen het meest mogelijke, doch intensief werken is vooralsnog onmogelijk. Naar wij tenslotte nog vernemen, woedt de ziekte te Boemiajoe zoodanig, dat vele inwoners, waaronder vooral Chineezen, uit vrees naar veiliger oorden zijn vertrokken.

Diberitakan pula terdapat keengganan penduduk yang terdampak dengan wabah pes untuk melakukan proses isolasi, seperti ditulis media Het Nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië edisi 14-11-1927.

Memang era tahun 1920-an problem daerah aliran sungai sekaligus penataan ruang dan kawasan tak sekompleks sekarang.

Munculnya kawasan hunian / pemukiman di sekitar bantaran sungai, menjadi krusial yang menjadi prioritas penanganan.

Ekologi Sungai

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved