Pengakuan Sopir Koruptor Banjarnegara Budhi Sarwono, Jadi Direktur Tapi Gaji Sopir: Saya lulusan SMP

Pengakuan sopir Bupati Banjarnegara nonaktif Budhi Sarwono yang terlibat kasus korupsi.

Penulis: budi susanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Mistar (kemeja putih) satu di antara saksi yang dihadirkan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, dalam kasus korupsi pengadaan pada Dinas PUPR Banjarnegara, Jumat (4/3/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mistar satu di antara saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan kasus korupsi pengadaan pada Dinas PUPR Banjarnegara nampak pucat.

Dihadapan JPU dan penasihat hukum serta menjelis hakim yang ada di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, suara pria paruh baya yang mengenakan kemeja putih itu terdengar gagap.

Mistar merupakan Direktur PT Sutikno Tirta Kencana, yang menjadi bagian dari PT Bumi Rejo Grub milik bupati nonaktif Banjarnegara, Budhi Sarwono.

Pengakuannya dalam persidangan pun membuat majelis hakim, JPU hingga penasihat hukum geleng-geleng.

Pasalnya Mistar hanya dicatut sebgai direktur PT Sutikno Tirta Kencana secara administratif, namun tak tahu menahu terkait alur keuangan saham dari PT tersebut.

Ia juga mengatakan awalnya hanya supir di PT Bumi Rejo, yang acapkali bertugas mengantar tamu ataupun Budhi Sarwono, hingga almarhum Sugeng Budiarto ayah dari bupati nonaktif Banjarnegara.

"Saya cuma lulusan SMP, dan diminta oleh almarhum Sugeng Budiarto untuk menjadi Direktur PT Sutikno Tirta Kencana pada tahun 2009," ucapnya di depan majelis hakim, Jumat (4/3/2022) sore.

Yang lebih mengejutkan, Mistar mengaku hanya mendapatkan gaji Rp 2 juta selama menjabat jadi direktur PT Sutikno Tirta Kencana.

"Saya hanya bertugas menandatangani jika ada peroyek, setelah itu saya tidak tahu lagi jadi saya hanya jadi direktur secara administratif," katanya.

Saat JPU menanyakan sejumlah proyek yang berhubungan dengan kasus korsupsi pada Dinas PUPR Banjarnegara tahun 2017-2018, Mistar mengakui pernah menandatangani pengerjaan tersebut.

"Benar PT Sutikno Tirta Kencana pernah dapat proyek pada 2017 - 2018, proyek peningkatan sarana Jalan Rakit Rp 24 miliar, Jalan Banyumas Klampok Banjarnegara dengan nilai paket Rp 35 miliar. Lalu peningkatan Jalan Banjarmangu Rp 14,6 miliar, serta peningkatan ruas jalan di Kecamatan Pengetan Rp 5,7 miliar," paparnya.

Meski PT Sutikno Tirta Kencana sempat mengerjakan peningkatan jalan dengan nilai puluhan miliar, tapi Mistar secara gamblang mengatakan tak tahu aliran dana tersebut kemana.

"Setahu saya ya di kirim ke rekening PT Sutikno Tirta Kencana di Bank Pembangunan Daerah, setelah itu tidak tahu lagi kemana keuntungan atau dipindahkan, karena tugas saya hanya diminta tanda tangan," jelasnya.

Mistar juga menuturkan ia diangkat sebgai direktur PT Sutikno Tirta Kencana secara administratif, karena almarhum Sugeng Budiarto percaya kepadanya yang sudah menjadi karyawan PT Bumi Rejo puluhan tahun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved