Berita Karanganyar

Sempat Disegel Satpol PP, Kafe di Colomadu Karanganyar Ini Buka Lagi dengan Nama Beda

Kafe di wilayah Desa Gedongan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar beroperasi kembali meski pembukaan kembali kafe itu belum sesuai prosedural d

Penulis: Agus Iswadi | Editor: m nur huda
dokumentasi Satpol PP Karanganyar.
Anggota Satpol PP Karanganyar menyegel kafe yang berada di Desa Gedongan Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar pada Selasa (5/1/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Kafe di wilayah Desa Gedongan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar beroperasi kembali meski pembukaan kembali kafe itu belum sesuai prosedural dan mendapatkan penolakan warga. 

Adapun tempat usaha tersebut sebelumnya telah disegel oleh pihak Satpol PP Karanganyar pada awal Januari 2022.

Penyegelan itu dilakukan setelah warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Gedongan Bersatu (FMGB) melakukan audiensi dengan Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Dalam audiensi tersebut warga mempertanyakan soal izin usaha yang semula restoran tapi ternyata menjual minuman keras. 

Camat Colomadu, Sriyono Budi Santoso menyampaikan, forum warga telah melakukan audiensi dengan Forkopimcam Colomadu serta dinas terkait di Kantor Kecamatan Colomadu pada Jumat (4/3/2022) kemarin. 

Mereka melakukan audiensi lantaran tempat usaha tersebut beroperasi kembali.

Sebelum dilakukan penyegelan oleh Satpol PP Karanganyar, tempat usaha tersebut izin operasionalnya berupa restauran.

Akan tetapi belakangan, tempat usaha tersebut beroperasi kembali dengan nama berbeda.

Di samping itu, pengelola mengajukan izin usaha berbeda dari sebelumnya yakni kafe yang dapat menjual miras dengan golongan ringan. 

"Beroperasi kembali satu mingguan. Kita juga tidak tahu sudah beroperasi kembali. Tahu-tahu sudah buka kembali. Pihak manajemen sudah pernah menemui saya, saya menyampaikan tidak pernah memberikan izin apabila belum turun izin dari kabupaten," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (5/3/2022). 

Dia menuturkan, ada tiga poin hasil audiensi antara forum warga, Forkopimcam serta tim dari kabupaten. Lanjutnya, warga sebenarnya hanya meminta supaya tempat usaha itu tidak menjual miras.

"Hasil audiensi, teman-teman forum akan membuat penolakan lewat aplikasi OSS, Satpol PP melakukan penyegelan 1x24 jam, dan pihak forum tidak akan melibatkan pihak luar," terangnya. 

Sriyono menambahkan, forum warga kembali mengajak pihak kecamatan untuk audiensi pada Sabtu siang ini. Warga mempertanyakan kembali hasil audiensi yang dilakukan pada Jumat kemarin. Pasalnya tempat usaha tersebut masih beroperasi pada Jumat malam. 

Pihaknya akan berupaya untuk mempertemukan antara warga dengan pengelola untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut. 

Terpisah Kabid Gakda Satpol PP Karanganyar, Joko Purwanto mengatakan, Satpol PP belum melakukan penyegelan terhadap kafe tersebut. Meski kewenangan ada pada Satpol PP, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Forkopimcam Colomadu.

"Nanti malam akan kita pantau. Satpol PP sudah berkomunikasi dengan pengelola supaya menutup sementara (operasional kafe). Kalau nanti malam beroperasi, kami akan minta supaya ditutup dulu," tandasnya.

Kepala DPMPTSP Karanganyar, Timotius Suryadi mengungkapkan, tempat usaha tersebut sesuai Nomor Induk Berusaha (NIB) ialah kafe. Akan tetapi tempat tersebut tidak dapat menjual minuman keras. (Ais)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved