Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Makam Mbah Kali Bening Mengalami Peningkatan Peziarah pada Bulan Sya’ban Saat Hari Libur

Makam Mbah Kalibening yang berada di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas menjadi tempat yang sering dikunjungi setiap harinya

Penulis: Imah Masitoh | Editor: Catur waskito Edy
Tribunjateng.com/Imah Masitoh
Makam Mbah Kalibening berada di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Selasa (8/3/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS – Makam Mbah Kalibening yang berada di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas menjadi tempat yang sering dikunjungi setiap harinya oleh peziarah di wilayah Banyumas dan sekitarnya.

Pada bulan dan hari tertentu seperti Sya’ban, Muharram, malam Jum’at Kliwon, dan Kamis Wage. 

Di bulan Sya’ban sekarang, penambahan pengunjung cukup lumayan banyak terlebih pada hari Minggu.

“Bulan Sya’ban dan Muharram luar biasa banyak hampir setiap hari ada cuma pas ramai-ramainya kalau hari Mingu,” terang Sunaryoko (59) selaku Juru Kuncen Makam Mbah Kalibening, Selasa (8/3/2022).

Peziarah yang datang berasal dari wilayah Banyumas dan sekitarnya. 

“Minggu kemarin dari Cilacap, Ajibarang, Cilongok, ada juga dari Kudus,” ungkapnya.

Menurut Juru Kuncen dalam satu minggu ini Peziarah mencapai kurang lebih 1.000 pengunjung yang datang baik siang hingga malam hari.

“Dalam minggu ini peziarah ribuan. Kalau hari minggu banyak banget rombongan yang datang. Siang biasanya seperti jamaah Muslimat ibu-ibu, kalau malam biasanya pria,” jelasnya Sunaryoko.

Di area makam Mbah Kalibening terdapat makam Mbah Kalibening itu sendiri dan Sumur Pasucen.

Tidak ada perizinan khusus bagi pengunjung yang akan melakukan ziarah di makam Mbah Kalibening bisa langsung datang ke makamnya. 

Ada dua Juru Kuncen dan beberapa wakil-wakilnya yang dapat memandu memasuki area makam Mbah Kalibening.

“Kalau posisi ramai ada yang jaga di pos, sumur, dan makamnya,” tambahnya.

Untuk dapat menjangkau tempat makam Mbah Kalibening hanya kendaraan maksimal bus berukuran tiga per empat saja.

Mengingat kondisi jalan yang menanjak dan sempit sehingga kendaraan seperti bus pariwisata hanya sampai pada jalan raya saja.

Dari awal pandemi lalu makam Mbah Kalibening sempat ditutup selama satu tahun bahkan ada kondisi saat itu selama 6 bulan tidak boleh buka sama sekali.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved