Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Tegal

Relawan Gabungan Kampanyekan Gerakan 1 Kapal Nelayan 1 Karung Sampah di Pelabuhan Tegal

DFW Indonesia dan puluhan relawan kampanye Gerakan 1 Kapal Nelayan 1 Karung Sampah.

Tayang:
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Fajar Bahruddin Achmad
Relawan membagikan karung sampah dan poster pilah sampah kepada nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Kota Tegal, Kamis (10/3/2022). 

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia bersama puluhan relawan, mengampanyekan Gerakan Satu Kapal Nelayan Satu Karung Sampah

Relawan gabungan tempelkan poster pilah sampah pada kapal nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Kota Tegal, Kamis (10/3/2022).
Relawan gabungan tempelkan poster pilah sampah pada kapal nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Kota Tegal, Kamis (10/3/2022). (Tribun Jateng/Fajar Bahruddin Achmad)

kepada nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Kota Tegal, Kamis (10/3/2022). 

Para relawan tersebut merupakan gabungan dari beberapa komunitas di Kota Tegal. 

Dalam aksi tersebut, mereka membagikan karung sampah dan menempelkan poster edukasi pilah sampah di kapal-kapal perikanan. 

Koordinator Project Tegal dari DFW Indonesia, Hartono mengatakan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari pelaksanaan proyek percontohan pelabuhan perikanan bersih. 

Tujuannya, untuk mengurangi sampah plastik dan pencemaran laut. 

Proyek percontohan tersebut didanai oleh Uni Eropa dan Kementerian Federal Jerman untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) sebagai bagian dari proyek The Rethinking Plastics- Circular Economy Solutions to Marine Litter.

"Ini masih dalam project tentang penanganan sampah di laut. Kami mendistribusikan karung sampah buat kapal perikanan yang akan melaut," kata Hartono kepada tribunjateng.com. 

Hartono menjelaskan, satu kapal nelayan satu karung sampah ini adalah gerakan sosial untuk mendorong perubahan perilaku dalam penanganan sampah. 

Khususnya, untuk mengurangi sampah dari aktivitas perikanan yang bocor atau terbuang di tengah laut. 

Berdasarkan studi awal, menurut Hartono, ada sebanyak 10 kilogram sampah plastik yang terbuang ke laut dari satu kapal. 

Dari satu kapal ukuran 30 gross tonnage (GT) ke atas dengan lama trip 60-70 hari dan memiliki ABK sebanyak 25 orang. 

"Jadi, aksi ini untuk meningkatkan kesadaran nelayan agar tidak membuang sampah ke laut. Terutama sampah dari perbekalan makanan minuman yang di bawa selama trip," jelasnya. 

Relawan dari Forum Anak Tegal Kota Bahari (Fantri), Ade Irma Putri mengatakan, ia dan kawan-kawan dari komunitas lain sangat mendukung gerakan tersebut. 

Ia yakin gerakan tersebut akan mewujudkan Tegal sebagai kota yang bersih dari sampah laut. 

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved