Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pebisnis Produk Halal Berupaya Bangkit Lagi

produk halal yang kini berkembang menjadi bagian gaya hidup universal di masyarakat luas.

Editor: Vito
Tribunjateng.com/Hermawan Handaka
ilustrasi - produk busana muslim di Athalia muslim butik yang beralamatkan di Jalan Puspogiwang Timur No. 26 Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pengusaha muslim Tanah Air kembali berupaya mendorong pertumbuhan industri produk halal setelah didera pandemi.

Hal itu menyusul produk halal yang kini berkembang menjadi bagian gaya hidup universal di masyarakat luas.

Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), Rachmat Surtanas Marpaung mengatakan, produk halal membawa nilai-nilai kebaikan, dan menjadi tren perdagangan global, sehingga semakin banyak negara turut meramaikan persaingan produk halal dunia.

"Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sudah tepat bagi Indonesia untuk menargetkan diri menjadi pusat industri halal dunia," katanya, di sela temu media penyelenggaraan Pameran Muslim LifeFair, Rabu (9/3).

Ia mengapresiasi sejumlah pihak yang memiliki inisiatif untuk menyelenggarakan pameran, dan menjadi satu bentuk kontribusi pengusaha muslim dalam upaya pemulihan ekonomi di Tanah Air.

Hal itu termasuk event pameran Muslim LifeFair yang akan bisa mendorong Indonesia untuk menjadi produsen halal terbesar dunia di 2024, sesuai dengan arahan pemerintah.

"Saya melihat ghirah dan semangat yang kuat dari teman-teman UMKM dalam memajukan ekonomi tetap tinggi, meski menemukan beragam hambatan di era pandemi,” ujarnya.

Data yang dirilis Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia menyebut, pada triwulan II/2021 pertumbuhan sektor unggulan industri halal yang terdiri dari makanan halal, busana muslim, dan pariwisata ramah muslim mencapai 8,2 persen, atau lebih tinggi dari pertumbuhan PDB nasional sebesar 7,07 persen.

Makanan halal menjadi sektor paling bergairah pada masa pandemi. Pada triwulan II/2021, ekspor makanan halal berhasil mencapai 10,36 miliar dollar AS, atau tumbuh sebesar 46 persen.

Mengacu dari laporan tersebut, bahkan, sektor unggulan dalam industri halal Indonesia, yaitu sektor modest fashion dan ekspor makanan halal menempati peringkat ketiga dan keempat dunia.

"Pertumbuhan industri halal membuktikan bahwa ekonomi masyarakat bisa berkembang dengan menerapkan prinsip ekonomi syariah yang berkeadilan, transparan, serta membawa nilai-nilai kebaikan," ucap Bembi Juniar, Chief Business Officer ALAMI Group.

Terkait dengan penyelenggaraan Indonesia Muslim LifeFair di Istora GBK, Senayan, Jakarta pada 25-27 Maret 2022, sebanyak 195 exhibitor dari berbagai daerah di Indonesia yang terdiri dari UMKM industri halal dan Islami siap menampilkan produk terbaiknya.

Sektor yang berperan serta mulai modest fashion, islamic education, hobbies and communities, islamic book & publisher, halal travel, kuliner halal aman & sehat, beauty & pharmaceutical, hingga thibbun nabawi herbal. (Tribunnews/Eko Sutriyanto)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved