Berita Kudus

Sudah Terapkan e-TLE, Polres Kudus Imbau Warga Segera ‎Balik Nama Kendaraan

Polres Kudus imbau warga yang lakukan pemindahan tangan kendaraan segera balik nama.

Penulis: raka f pujangga | Editor: sujarwo
Dok. Diskominfo Kudus
Kanit Regident Satlantas Polres Kudus, Iptu Nur Alifi memaparkan peran e-TLE? dalam meningkatkan pajak kendaraan bermotor, di Hotel Kenari Kudus. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -  Kepolisian Resor (Polres) Kudus mengimbau warga masyarakat yang telah melakukan pemindahan tangan kendaraannya dapat segera membalik nama.

Selain mempengaruhi nilai pajak kendaraan yang dibayarkan setiap tahunnya karena bakal terkena pajak progresif‎.

Balik nama kendaraan juga dinilai dapat menghindari pemilik kendaraan sebelumnya terhindar dari sanksi.

Kanit Regident Satlantas Polres Kudus, Iptu Nur Alifi men‎jelaskan, kepolisian RI ikut mendukung kegiatan yang bersifat teknologi pada era 4.0.

Sehingga pihaknya menerapkan sanksi tilang elektronik atau elektronic trafic law enforcement‎ (e-TLE).

"‎Setiap pengendara yang melanggar lalu lintas akan direkam lewat kamera, dicetak surat konfirmasi pelanggarannya dan dikirim langsung sesuai pemilik kendaraan," ujar dia.

Sehingga, setiap pengendara yang menerima surat tilang itu kemudian tidak merasa melakukan pelanggaran lalu lintas.

Dapat melaporkannya atau memberikan konfirmasi jika kendaraan itu sudah tidak dikuasai lagi.

"‎Kami akan kirim sesuai yang tertera di STNK, jadi bagi warga yang sudah tidak menguasai lagi dapat menggantinya," jelas dia.

Bila tidak, maka pihaknya akan melakukan pemblokiran saat pemilik baru akan memperpanjang kendaraannya.

"Blokir bisa dilepas setelah proses administrasinya sudah selesai," jelas dia.

Segala pelanggaran lalu lintas itu terpantau lewat kamera yang ada di sejumlah titik persimpangan jalan.

Sedikitnya terdapat lima buah kamera yang dipakai untuk melacak pelanggaran lalu lintas.

"‎Meskipun kami masih melakukan semi konvensional," ujar dia.

Saat ini, fasilitas kamera e-TLE harapannya dapat ditambah karena hanya memiliki lima kamera. Kemudian layanan jaringan internetnya masih swadaya sendiri.

"Harapannya jumlah kamera tilang ditambah. Satu kamera e-TLE yang bagus itu harganya sampai Rp 100 juta," ujarnya‎. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved