Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Astra Motor Jateng

Turunan Panjang Tanpa Blong, Simak Teknik Cari Aman Naik Motor Matik

Motor matik seringkali mengalami rem blong yang menyebabkan terjadinya kecelakaan yang bahkan berujung kehilangan nyawa pengendara.

Editor: abduh imanulhaq
ASTRA MOTOR JATENG
Teknik penting yang wajib bikers ketahui agar teknik pengereman saat menggunakan motor matik pada jalanan menurun panjang yang lebih efektif. 

TRIBUNJATENG.COM – Seringkali kita mendengar ketika berada di turunan panjang, motor matik mengalami rem blong yang menyebabkan terjadinya kecelakaan,

Bahkan berujung kehilangan nyawa pengendara.

Sehingga timbul pertanyaan apakah ada perbedaan konstruksi ataukah hal ini terjadi karena kesalahan pengoperasian pengereman.

Perlu diketahui bahwa secara kontruksi, sistem pengereman tipe matik dan motor tipe lain sebenarnya sama.

Ada yang menggunakan tromol dan ada yang menggunakan cakram dengan ukuran yang sudah disesuaikan dengan bobot dan kemampuan mesin motornya.

Sejatinya jika motor tipe lain dikondisikan sama dengan motor matik, tetapi menggunakan cara pengereman yang salah maka tentunya akan berakhir mengalami rem blong juga.

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu disimak oleh setiap bikers mengenai rem pada motor:

Teknik menghindari timbulnya kecelakaan yang tidak diinginkan akibat rem blong.
Teknik menghindari timbulnya kecelakaan yang tidak diinginkan akibat rem blong. (IST)

Pertama, adalah engine brake. Motor tipe transmisi manual di motor sport dan semi otomatis seperti motor bebek, ketika gas ditutup penuh secara otomatis engine brake akan muncul.

Engine brake berasal dari putaran roda yang masih menyambung dengan putaran mesin, dimana putaran mesin lebih rendah dibanding putaran roda belakang sehingga akan terasa efek ‘menahan’ motor.

Pada motor tipe ini, putaran mesin tidak akan pengaruh dengan roda belakang jika tuas kopling ditekan atau persneling pada tipe bebek ditekan.

Sehingga saat melalui turunan, kopling ditekan untuk motor sport atau tuas persneling ditekan pada tipe bebek maka motor akan meluncur tanpa hambatan.

Jika engine brake tidak dimanfaatkan untuk membantu dan menggunakan teknik mengerem yang salah maka akan terjadi rem blong.

Kedua, adalah batas suhu kerja dari komponen sistem pengereman yaitu kampas dan minyak rem.

Pengereman terjadi karena dampak dari memperbesar gesekan antara kampas rem dan permukaan cakram maupun tromol.

Cara memperbesar gesekan dengan menggunakan mekanis (kawat) atau hidrolik (oli rem).

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved