Berita Jateng

Pengakuan Absrud Mewarnai Sidang Kasus Korsupsi Banjarnegara, Ketua Majelis Hakim: Ojo Bingung dewe

Ucapan Ketua Majelis Hakim tersebut dilontarkan dalam persidangan lantaran penuturan saksi berbelit saat ditanya JPU dari KPK

Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Budi Susanto
Tiga saksi dihadirkan dalam persidangan kasus korsupsi pada Dinas PUPR Banjarnegara yang digelar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Semarang, Jumat (25/3/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - "Ojo bingungi Dewe to (jangan bingun sendiri)" ucap Ketua Majelis Hakim, Rochmad, ke salah satu saksi yang dihadirkan dalam persidangan kasus korsupsi pada Dinas PUPR Banjarnegara, yang digelar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Jumat (25/3/2022).

Ucapan Ketua Majelis Hakim tersebut dilontarkan dalam persidangan lantaran penuturan saksi berbelit saat ditanya JPU dari KPK.

Saksi tersebut adalah Azid Barokah, pemilik UD Putra Barokah, di mana saat JPU membacakan BAP, Azid mengaku mengetahui adanya ploting paket yang diatur oleh terdakwa Kedy Afandi dan Budhi Sarwono.

Baca juga: Ahmad Hanif Sempat Mengelak di Persidangan, Akhirnya Akui Berikan Fee 10 Persen Kepada Budhi Sarwono

Baca juga: 2 Orang Tewas Dalam Kecelakaan Truk Terjun ke Sungai Kertek Wonosobo, Air sungai Berubah Merah

Namun saat ditanya, apakah BAP tersebut benar, Azid justru mengatakan tidak tahu mengenai ploting.

"Loh saya tidak tahu adanya ploting, saya minta BAP saya dicabut saja," ucapnya diiringi wajah bingung dari JPU hingga majelis hakim.

Dari pengakuannya Azid, Ketua Majelis Hakim pun langsung melontarkan pertanyaan kritis.

"Kenapa tidak komplain saat penyidik meminta tanda tangan di BAP," paparnya.

Pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Azid secara terang-terangan mengaku tidak paham.

"Saya tidak paham pak, saya hanya tanda tangan," paparnya.

Selain Azid, dua saksi lainnya yang dihadirkan adalah Ahmad Muharris anwar, Kepala Plant PT Jadi Kuat Bersama, serta Firman Harto Yuwono,  Komisaris PT Dieng Persada Nusantara.

Tak hanya kesaksian absrud dari Azid, dalam persidangan juga mencuat kembali menyoal fee.

Bahkan fee tersebut diwajibkan kepada pemenang lelang atas instruksi dari bupati nonaktif Banjarnegara Budhi Sarwono, yang disampaikan oleh Kedy Afandi.

Seperti pengakuan, Firman Harto Yuwono,  Komisaris PT Dieng Persada Nusantara.

Ia menyebutkan, mendapatkan dua peket pekerja yaitu peningkatan Jalan Kepakisan - Sileri Bitingan di 2017, dan Pekasiran - Batas pada 2018.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved