Berita Nasional
Jokowi Ancam Reshuffle Menteri Senang Impor, Termasuk Pemerintah Daerah
Presiden Joko Widodo menyampaikan kekesalannya pada instansi pemerintah yang lebih banyak membelanjakan anggaran untuk produk impor, ketimbang produk
Presiden menyinggung Kemendikbud Ristekdikti yang dipimpin Nadiem Makarim memiliki anggaran pengadaan barang dan jasa yang mencapai Rp 29 triliun.
Dari total anggaran itu, Jokowi menyebut baru Rp 2 triliun dana yang dikeluarkan untuk produk dalam negeri.
"Ini kelihatannya ada yang enggak semangat di dalam Kementerian," kata Jokowi.
Jokowi heran pengadaan kursi sampai laptop di sekolahan masih mau diimpor.Padahal, lanjut Presiden, industri lokal sudah sanggup memproduksi secara mandiri.
"Sudahlah jangan diterus-terusin," pinta Presiden.
Jokowi pun menyinggung beberapa kementerian dengan anggaran pengadaan barang dan jasa besar namun tidak terserap secara maksimal.
Jokowi menyebut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Rp 92 triliun, Kementerian Pertahanan Rp 68 triliun, Polri Rp 56 triliun, dan Kementerian Kesehatan Rp 36 triliun.
"Ini yang gede-gede yang saya sebut, yang gede-gede aja," kata dia.
Jokowi juga mengingatkan pengadaan seragam dan sepatu dari instansi TNI/Polri yang juga dibeli dari luar.
"Padahal produksi untuk produk ini di dalam negeri ada di mana-mana. "Jangan diteruskan," tegas Presiden. (Tribun Network/Reynas Abdila/Tribun Jateng Cetak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/presiden-jokowi-g20.jpg)