Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Patriot Garuda Nusantara Latih 100 Orang Khusus Identifikasi Teroris di Medsos

Radikalisasi terorisme di Kabupaten Batang mengalami pasang surut, namun pada prisnsipnya masih dalam situasi yang kondusif. 

Penulis: dina indriani | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Pendalaman wawasan Kebangsaaan dan pembaretan ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) Markas Komando (Makoda) Batang di Pendopo Kabupaten Batang, Sabtu (26/3/2022). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Radikalisasi terorisme di Kabupaten Batang mengalami pasang surut, namun pada prisnsipnya masih dalam situasi yang kondusif. 

Hal itu disampaikan Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Irjen Marthinus Hukom saat menghadiri pendalaman wawasan Kebangsaan dan pembaretan ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) Markas Komando (Makoda) Batang di Pendopo Kabupaten Batang, Sabtu (26/3/2022). 

Ia menyebutkan radikalisasi itu terpengaruh oleh media-media sosial, sehingga mereka yang disini tidak terhubung kelompok besar di Indonesia, tapi sebenarnya terhubung dengan luar, bahkan di Syriah. 

“Ini fenomena radikalisasi di Kabupaten Batang,tapi saya yakin dengan kepemimpinan Bupati Batang Wihaji pasti bisa selesai,” tuturnya.

Polisi sebagai penegak hukum saja, lanjut dia, komitmen membangun keasadaran masyarakat.

Dijelaskannya, untuk menetralisir paham-paham yang dianggap radikal dan membahayakan yaitu dengan cara pendekatan tanpa kekerasan atau Deradikalisasi. 

“Deradikalisasi dilakukan terhadap tersangka, terpidana dan mantan terpidana hingga seluruh keluarganya.

Kita melakukan pendekatan, dimana merangkul semua pelaku terorisme dengan merubah mindsetnya dengan membangun kesadaran. Prinsipnya memanusiakan mereka,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji mengapresiasi kegiatan pembaretan PGN, dimana ormas tersebut dipimpin oleh Gus Nuril. 

“PGN merupakan entitas yang menjaga Negara Kesatuan Repulik Indonesia (NKRI), maka saya support prinsipnya menekankan kembali pentingnya Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945,” jelasnya. 

Ia juga berharap, kepada masyarakat Kabupaten Batang agar dalam berorganisasi harus yang memiliki idiologi Pancasila dan UUD 1945. 

“Kita dalam berorganisasi ataupun mengikuti sesuatu harus jelas, kalau bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika pasti negara akan hadir menghukumnya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Makoda PGN Umar Abdul Jabar mengatakan, kegiatan pendalaman wawasan kebangsaan dan pembaretan ini dalam rangka menjaga keutuhan NKRI dalam mencegah radikalisme. 

“PGN di Batang sudah dua tahun dengan total anggota 1.066 orang, karena dua tahun ada Covid-19, maka baru tahun ini kita lakukan pembaretan,” terangnya.

Untuk menangkal paham-paham radikalisme di media sosial, PGN memiliki devisi media sosial yang siap menangkal berita hoaks dan paham radikalisme. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved