beacukai tanjungemas

Launching Joint Inspection Ekspor Karantina Bea Cukai, Inovasi Layanan Pelabuhan Tanjung Emas

Tingkatkan kinerja logistik di Pelabuhan Tanjung Emas dengan memberikan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif bagi eksportir.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
Inovasi Layanan Pelabuhan Tanjung Emas, Tingkatkan Kinerja Logistik dan Global Competitiveness Jawa Tengah 

TRIBUNJATENG.COM - Tingkatkan kinerja logistik di Pelabuhan Tanjung Emas dengan memberikan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif bagi eksportir dengan memangkas waktu dan biaya, Tim National Logistik Ekosistem Pelabuhan Tanjung Emas meluncurkan inovasi program Joint-Inspection Karantina-Bea Cukai di bidang ekspor terhadap komoditi unggulan ekspor Jawa Tengah yakni kayu semi olahan berupa veneer, Senin (28/03/22)

Inovasi Layanan Pelabuhan Tanjung Emas, Tingkatkan Kinerja Logistik dan Global Competitiveness
Inovasi Layanan Pelabuhan Tanjung Emas, Tingkatkan Kinerja Logistik dan Global Competitiveness (IST)

Joint-Inspection Ekspor Karantina-Bea Cukai ini, merupakan improvisasi dan inovasi dari salah satu program National Logistic Ecosystem yakni Ssm Joint Inspection Karantina Bea Cukai pada sektor impor yang terbukti telah sukses menurunkan estimasi biaya timbun dan biaya penarikan sebesar 113,87 M atau 42,37 persen serta rata-rata mengefisienkan waktu sebesar 21,26 persen selama periode Juni 2020 s.d. Desember 2021.

Hal ini menjadi bukti dampak positif dari implementasi program ini sejak diluncurkannya Juni 2020 lalu.

Dengan komitmen mempercepat logistik nasional, terutama di Jawa Tengah, Tim NLE Pelabuhan Tanjung Emas melakukan inovasi mewujudkan program Joint Inspection Ekspor Karantina Bea Cukai, dengan harapan dapat memberikan dampak positif serupa pada program NLE sebelumnya disektor impor karena memangkas waktu dan biaya dengan menggabungkan dua proses menjadi satu waktu yang sama.

Inovasi Layanan Pelabuhan Tanjung Emas, Tingkatkan Kinerja Logistik dan Global Competitiveness
Inovasi Layanan Pelabuhan Tanjung Emas, Tingkatkan Kinerja Logistik dan Global Competitiveness (IST)

Kepala KPPBC TMP Tanjung Emas, Anton Martin menyebutkan bahwa Joint Inspection Ekspor Karantina-Bea Cukai bagian dari implementasi dari Inpres 5/2020 (NLE) yang berorientasi pada sinergi dan kolaborasi antar stakeholder terkait melalui simplifikasi proses dan penghapusan repetisi dan duplikasi yang diharapkan meningkatkan global competitiveness dengan memberikan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif bagi eksportir dengan memangkas waktu dan biaya khususnya komoditi unggulan ekspor Jawa Tengah yakni kayu semi olahan berupa veneer yang terkena bea keluar dan jalur merah serta tindakan karantina (butuh phyosanitary).

"Yang semula pemeriksaan dilaksanakan 2 kali terpisah, sekarang dilaksanakan 1 kali bersama. Sedangkan untuk biaya yang semula harus membayar 2 kali sekarang menjadi 1 kali,” ujarnya. 

Hal ini senada dengan pernyataan dari Plt. Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang, Nur Hartanto, bahwa,“Sinergi ini menjadi wujud komitmen pemerintah untuk mempercepat kelancaran arus barang di pelabuhan dan mendorong iklim logistik nasional yang lebih baik serta menurunkan biaya logistic di Pelabuhan.

Dengan menerapkan dan joint inspection, owner hanya melakukan satu kali submit data terkait pemeriksaan barang melalui aplikasi Super Depo kemudian Karantina Pertanian dan Bea Cukai akan melakukan pemeriksaan secara bersama-sama,” ujarnya. 

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Tanjung Emas, M. Tohir siap mendukung program joint inspection ekspor Karantina dan Bea Cukai di pelabuhan tanjung emas yang akan memberikan efisiensi pelayanan dari sisi waktu dan biaya serta akan mempercepat kelancaran arus barang di Pelabuhan.

Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Semarang, Sokhib, menyebutkan bahwa,”Dengan adanya Joint Inspection pada kegiatan ekspor ini maka manfaatnya adalah simplifikasi koordinasi, kemudian Sinergi jadi lebih optimal untuk mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat khususnya pelaku usaha perikanan.

Yakni melalui percepatan jangka waktu layanan, mengurangi biaya logistik pengguna layanan di Pelabuhan, Meningkatkan sinergitas antar instansi, dan memperbaiki iklim investasi di dalam negeri, sehingga daya saing perekonomian nasional pun dapat meningkat.”

Sebagai penyedia area dan fasilitas General Manajer PT Pelabuhan Indonesia Tanjung Emas, Hardianto sangat mendukung program ini dan merupakan salah satu bentuk sinergitas di Pelabuhan Tanjung Emas dalam rangka penerapan Inpres No 20 Tahun 2020 untuk menekan cost logistik. “Harapan ke depan dengan program ini kita mampu bersama sama mendukung kinerja logistik nasional, memperbaiki iklim investasi serta meningkatkan daya saing nasional.”

Dengan adanya program ini, pemeriksaan menjadi lebih cepat, pengguna jasa tak harus berkali-kali membongkar kontainer, pelayanan menjadi lebih efisien tak hanya segi waktu namun juga biaya. Program ini diharapkan menunjang program-program National Logistic Ecosystem sesuai Inpres No. 5 Tahun 2020 yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja logistik nasional, iklim investasi dan meningkatkan daya saing perekonomian nasional.

Acara ini dihadiri perwakilan dari KSOP Kelas I Tanjung Emas, Tim Teknis Pengembangan National Logistic Ecosystem (NLE) DJBC, Kantor Wilayah DJBC Jawa Tengah dan DIY, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai TMP Tanjung Emas, Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang, Balai KarantinaIkan dan Pengendalian Mutu Semarang, Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Semarang, PT Pelabuhan Indonesia Tanjung Emas, Terminal Petikemas Semarang, ALFI DPW Jawa Tengah & DIY, DPD GPEI Jawa Tengah, DPC INSA Semarang dan APKB Semarang.(*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved