Longsor Bikin Jebol Talud Sungai Cangkok Banjarnegara
Curah hujan tinggi memicu pergerakan tanah di Desa Prendengan Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Curah hujan tinggi memicu pergerakan tanah di Desa Prendengan Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara.
Talut dan bahu jalan kabupaten di atas Sungai Cangkok longsor.
Bangunan cor pada bahu jalan dan talut itu pun hancur hingga materialnya jatuh ke bawah tebing.
Karyanto, warga Desa Prendengan mengatakan, longsor terjadi pada Kamis malam (31/3/2022) saat wilayahnya diguyur hujan. Ia mengungkapkan di bawah jalan itu ada aliran sungai dari Gunung Pawinihan.
Gorong-gorong sungai yang dibangun di bawah jalan pun ikut ambrol.
"Sungai itu banjir sehingga terjadi longsor, " katanya.
Tapi ia memastikan dampak bencana itu tak sampai membuat jalan putus.
Jalan tetap bisa dilalui kendaraan normal. Hanya pengendara harus hati-hati karena bahu jalan telah hilang.
Selain banjir, kata dia, kerusakan infrastruktur itu disebabkan pergerakan tanah di wilayah tersebut.
Lahan pertanian di bawah jalan itu sudah lebih dulu mengalami pergerakan.
Ia mengungkapkan, sekitar satu hektar lebih lahan yang ditanami salak warga di tempat itu terdampak longsor.
Bencana itu merusak lahan dan tanaman salak petani.
Lahan pun sementara ini tak lagi produktif karena kondisinya yang ambles dan terus bergerak.
"Itu milik sekitar 4 petani. Tanaman rusak, lahannya tak bisa diolah karena bergerak, "katanya.