Berita Kudus
Alokasi Anggaran Perawatan Objek Wisata di Kudus Masih Minim
Anggaran perawatan untuk objek wisata di Kabupaten Kudus masih minim. Dalam setahun, total anggarannya mencapai Rp 400 juta.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Anggaran perawatan untuk objek wisata di Kabupaten Kudus masih minim. Dalam setahun, total anggarannya mencapai Rp 400 juta.
"Anggaran sebanyak itu untuk merawat mulai dari Taman Krida, Terminal Wisata Colo, Pondok Wisata Colo, Taman Ria Colo, dan Graha Muria Colo," kata Plt Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata, Mutrikah, Senin (4/4/2022).
Anggaran perawatan yang dinilai sedikit itu, kata Mutrikah, akhirnya saat terjadi peristiwa yang mengakibatkan sejumlah fasilitas di objek wisata rusak, penanganannya terhambat. Misalnya saja di Taman Krida, beberapa hari lalu terjadi hujan deras disertai angin yang mengakibatkan sejumlah pohon tumbang.
"Banyak ternit yang jebol kena angin kemarin, pohon-pohon juga tumbang, jadi ya memang agak terhambat," kayta Mutrikah.
Saat ini pihaknya tengah koordinasi dengan konsultan perihal kebutuhan anggaran perbaikan Taman Krida. Setelah itu, katanya, pihaknya akan segera melaporkannya kepada Bupati Kudus.
"Sudah diperintahkan untuk menghitung anggarannya. Setelah itu kami langsung lapor ke bupati," katanya.
Untuk sementara, Disbudpar telah koordinasi dengan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) untuk melakukan perimbasan pohon-pohon tumbang di Taman Krida.
Sementara itu, Bupati Kudus HM Hartopo menyayangkan banyaknya fasilitas umum milik pemerintah daerah yang minim anggaran perawatan. Padahal, fasilitas-fasilitas tersebut merupakan aset daerah yang seharusnya harus terjaga. Dinas yang bertanggung jawab dimintanya untuk aktif meminta anggaran perawatan.
"Harusnya kalau memang butuh anggaran perawatan yang banyak bilang, mengajukan ke TAPD (tim anggaran pemerintah daerah) biar anggarannya ada, kalau sudah seperti ini kan bingung," kata Hartopo.
Perihal rusaknya Taman Krida akibat terpaan angin kencang beberapa hari lalu, Hartopo meminta agar Disbudpar membuat nita dinas untuk permintaan anggaran perawatan.
"Silakan dibuat nota dinasnya, nanti coba domabilkan dari DTT (dana tak terduga)," kata dia. (*)
Baca juga: Terjebak Macet 15 Menit, Bupati Kudus Minta Museum Jenang Sedia Kantong Parkir
Baca juga: Dua Pohon Tua Di Ruas Jalan Blora- Randublatung Ditebang
Baca juga: Pasar Johar Selatan Semarang Kota Semarang Mulai Ditempati
Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kabupaten Karanganyar Besok, Ramadhan Hari ke-3, Selasa 5 April 2022
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Taman-Krida-Kudus-2022.jpg)