Guru Berkarya
Menanamkan Nilai Karakter Anak TK melalui Pembiasaan
Sebagai jenjang pendidikan yang paling dasar, Pendidikan anak Usia Dini diharapkan menjadi fondasi yang kuat untuk membentuk sikap dan karakter.
Oleh: Samsiyah SPdAUD, Guru TK Negeri Pembina Petarukan Kab Pemalang
SEBAGAI jenjang pendidikan yang paling dasar, Pendidikan anak Usia Dini ( PAUD) diharapkan menjadi fondasi yang kuat untuk membentuk sikap dan karakter peserta didik. Oleh karena itu, dalam Kurikulum 13 PAUD, membangun karakter anak dilakukan dengan penanaman sikap melalui peengembangan kompetensi sikap. Pengembangan kompetensi sikap dan karakter ini muncul tidak dari dampak pengembangan pengetahuan dan ketrampilan, melainkan melalui komponen yang harus direncanakan secara lebih matang dan mendalam.
Menurut Supardi (2017:35) Pengembangan kompetensi karakter memerlukan proses yang kontinyu dan konsisten dalam jangka waktu lama. Tetapi dalam pelaksanaannya harus tetap menyesuaikan dengan cara belajar anak usia dini yang dilaksanakan melalui kegiatan yang menyenangkan dan bermakna. Dalam upaya membentuk karakter, tabiat, akhlak atau budi pekerti anak peran daari orang tua dan guru sangatlah besar.
Usia dini merupakan masa kritis bagi pembentukan karakter seseorang, penanaman moral melalui pendidikan karakter sedini mengkin kepada anak-anak adalah kunci utama membangun bangsa. Menurut para pakar penelitian anak dalam perkembangan otak manusia (neouroscience) apabila pada usia dini pada anak tidak diberi pendidikan, pengasuhan, stimulasi yang baik maka akan berpengaruh terhadap struktur perkembanagn otaknya, hal ini terjadi karena perkembangan otak amat pesat terjadi pada usia dibawah 7 tahun dimana 90 persen otak sudah terbentuk pada usia ini.
Beberapa contoh penanaman karakter dan sikap yang terus menerus diterapkan dalam bentuk pembiasaan dalam kegiatan pembelajaran di TK Negeri Pembina Petarukan Kabupaten Pemalang adalah sebagai berikut ; mengenalkan sikap adanya Tuhan melalui ciptaan-Nya, Mengenalkan sikap menghargaai diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada Tuhan, Menanamkan sikap perilaku hidup sehat, Menanamkan sikap ingin tahu, Menanamkan sikap kreatif, Menanamkan sikap estetis, Menanamkan sikap percaya diri, Menanamkan sikap taat pada aturan, Menanamkan sikap mandiri, Menanamkan sikap sabar, Menanamkan sikap peduli, Menanamkan sikap toleran, Menanamkan sikap menyesuaikan diri, Menanamkan sikap sopan, Menanamkan siakp tanggung jawab dan Menanamkan sikap jujur.
Dengan demikian penanaman karakter pada anak harus dimulai dari gurunya, karena anak adalah peniru ulung. Semua yang ditangkap indera anak akan menjadi perilaku anak jika dilakukan terus menerus. Guru dan seluruh orang dewasa yang ada di satuan PAUD harus menyadari bahwa mereka adalah modelbagi pengembangan perilaku anak. Oleh karena itu, patut guru dan semua orang dewasa di satuan PAUD memiliki kesamaan pikir, kesamaan perilaku, dan kesamaan tanggung jawab dalam menanamkan perilaku (karakter) pada anak.
Karakter berasal dari kata yunani charassein yang berarti mengukir sehingga terbentuk suatu pola artinya memiliki karakter yang baik adalah tidak secara otomatis dimiliki setiap manusia begitu ia dilahirkan tetapi memerlukan proses panjang melalui pengasuhan dan pendidikan. Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dapat terwujud jika anak tumbuh dilingkungan yang berkarakter, fitrah anak yang terlahir suci dapat dikembangakan secara optimal, ini memerlukan peran serta semua pihak keluarga, sekolah dan seluruh komponen yang ada dalam masyarakat contoh lembaga keagamaan, perkumpulan olah raga, komunitas bisnis dan lain-lain. Oleh karena itu pendidikan karakter di sekolah terutama usia TK dan SD juga perlu dilakukan tentunya sesuai dengan tahap perkembangan umur anak. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/SamsiyahSPd-AUD-Guru-TK-negeri-pembina-Petarukan-Kab-Pemalang.jpg)