Happy Ramadhan

Lapak Kurma Sulatun Diserbu Pembeli

Bazaar UMKM Pasar Jajanan Semarangan (Pajangan), di Masjid Agung Kauman dipadati pengunjung.

Penulis: budi susanto | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Budi Susanto
Seorang anak kecil berdiri di belakang tumpukan kurma yang dijajakan di bazaar UMKM Pasar Jajanan Semarangan (Pajangan) di Masjid Agung Kauman Semarang, Kamis (7/4/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jelang waktu berbuka, lapak penjual kurma di baza

Satu di antara penjual kurma di bazaar UMKM Pasar Jajanan Semarangan (Pajangan) di Masjid Agung Kauman, tengah melayani pembelian, Kamis (7/4/2022).
Satu di antara penjual kurma di bazaar UMKM Pasar Jajanan Semarangan (Pajangan) di Masjid Agung Kauman, tengah melayani pembelian, Kamis (7/4/2022). (Tribun Jateng/Budi Susanto)

ar UMKM Pasar Jajanan Semarangan (Pajangan), di Masjid Agung Kauman dipadati pengunjung.

Satu di antaranya lapak yang ditempati Sulatun (50), warga Kota Semarang yang juga menggelar lapak di Pasar Johar.

Berbincang dengan pembelian hingga melayani pelanggannya, di tengah tumpukan kurma mewarnai aktivitas wanita yang sudah 20 berdagang kurma itu.

Berbagai jenis kurma juga ia jajakan, seperti kurma Mesir, Madinah, Mekah hingga Tunisia.

Dari keempat jenis kurma tersebut, kurma Mesir jadi favorit para pembeli lantaran harganya paling terjangkau.

Bahkan beberapa pembeli bisa minta dibugkuskan 1 hingga 2 kilogram kurma Mesir di lapak Sulatun.

"Berapa sekilonya, tidak boleh kurang lagi harganya, ya sudah saya ambil 2 kilogram," papar satu di antara pembeli yang mengaku bernama Nurul asal Semarang Utara, kepada Sulatun, Kamis (7/4).

Usai membeli kurma Mesir tersebut, Nurul mengatakan, kurma Mesir menjadi favorit keluarganya.

"Karena harganya terjangkau, jadi beli 2 kilogram sekaligus untuk stok di rumah juga selama Ramadan," jelasnya.(*)

Di lapak Sulatun, kurma Mesir dipatok Rp 50 ribu perkilogramnya, dan menjadi kurma dengan harga terjangkau di lapaknya.

"Kalau kurma Mekah Rp 70 per kilogram, kurma Madinah Rp 80 ribu per kilogram, dan paling mahal kurma Tunisia Rp 120 ribu per kilogramnya," ucap Sulatun.

Bulan Ramadan tahun ini diakui Sulatun menjadi bulan penuh berkah, lantaran penjualan kurma meningkatkan.

"Di bandingkan dua tahun lalu saat puncak pandemi, sepertinya lebih baik tahun ini. Karena tahun ini pembeli terus berdatangan," katanya.

Bak pakar kurma, Sulatun juga menerangkan kualitas kurma yang ia jajakan di depan Masjid Agung Kauman.

"Paling bagus ya kurma Tunisia, kualitas daging kurmanya lebih tenal, dan rasanya sangat manis. Semakin mahal kurma, jelas rasanya juga semakin enak,” terangnya. 

Dalam sehari selama Ramadan, Sulatun bisa menjual puluhan kilogram berbagai jenis.

"Ya lumayan untuk tahun ini, kebanyakan yang beli untuk pembagian takjil. Namun ada juga yang untuk konsumsi pribadi," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved