Tribunjateng Hari ini
Peringatan Hari Batik di Harris Hotel Semarang, Apriliani Tertarik Bikin Gambar Motif Manuk Blekok
Harris Hotel Semarang menyemarakkan peringatan Hari Batik Nasional dengan menggelar kegiatan workshop membatik.
Penulis: Moh Anhar | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Harris Hotel Semarang menyemarakkan peringatan Hari Batik Nasional dengan menggelar kegiatan workshop membatik di area kolam renang, lantai 7, Jumat (03/10/2025).
Kegiatan ini diikuti sekitar 30 peserta dari sejumlah komunitas, seperti wirausaha sosial dan penyandang disabilitas tuli.
Dalam workshop ini, para peserta diajak untuk mengenal dan mencoba langsung membatik dengan mengangkat motif-motif khas semarangan.
Assistant Marketing & Brand Manager Harris Sentraland Semarang, Krisdiar Porandito mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat dan memperkenalkan motif-motif khas Semarang yang belum banyak dikenal secara luas.
"Tema kami kali ini adalah Discovering the Beauty of Semarang Batik. Kami ingin memperlihatkan bahwa motif-motif khas Semarang juga memiliki nilai estetika dan budaya yang tinggi, yang mungkin selama ini belum terlalu happening," kata Pora, sapaan karibnya, seusai kegiatan.
Acara ini menggandeng pengrajin lokal dari Chilomita Batik sebagai mitra, yang membimbing peserta mengenal dan mencoba langsung proses membatik.
Motif-motif yang diangkat antara lain warak ngendog, manuk blekok, asem, dan sebagainya.
"Beberapa peserta baru pertama kali mencoba membatik, termasuk teman-teman media. Dan ternyata memang tidak mudah, tapi justru itu yang membuat sesi ini menyenangkan dan berkesan," tambah Krisdiar.
Baca juga: Batik Jadi Daya Tarik Wisata, Pemkot Semarang Dorong Penguatan Ekosistem Batik
Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan Harris Hotel dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, dengan konsep yang terus berkembang dan berkolaborasi dengan komunitas lokal.
"Mudah-mudahan ini menjadi agenda tahunan. Mungkin tahun depan kita buat sesuatu yang berbeda," imbuhnya.
Sri Suharti, trainer dari Chilomita Batik menyebut kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa, terutama dari kalangan perempuan.
“Sebenarnya banyak perempuan di Semarang yang haus untuk berdaya. Selama ini mereka hanya tahu jualan kuliner. Dengan pelatihan bersama Hotel Harris ini mereka mendapat pengalaman baru,” terang Cici, sapaannya.
Menurut Cici, tingkat kesulitan membatik tidak terlalu tinggi jika peserta mengetahui teknik dasar seperti memegang canting dan mengatur posisi tangan.
"Sebenarnya kalau dibilang sulit ya mungkin bagi sebagian itu tidak mudah. Tapi bagi kita yang sudah memahami bahwa membatik itu tangannya harus mendongak ke atas, cantingnya harus ke atas. Itu pasti tidak akan ada hambatan," jelasnya.
Kegiatan worshop membatik ini rupanya tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga ruang pembelajaran bagi para pesertanya.
| Momen Hari Jadi Boyolali Akan Ada Bagi-bagi Soto Gratis, Simak Waktu Pelaksanaannya |
|
|---|
| Penipuan Berkedok Haji Plus Sasar Lansia, Sri Wijiningsih Akhirnya Gagal Beri Kejutan |
|
|---|
| Periksa Dugaan Investasi Bodong Eks Pegawai Mandiri Taspen, OJK Janjikan Simpanan Lebih Aman |
|
|---|
| Satpol PP Ciduk Pelaku yang Berburu Pasangan Hubungan Seks Sesama Jenis di Taman Sriwedari Solo |
|
|---|
| Orang Tua Calon Siswa Minta Aturan Usia dan Zonasi Dievaluasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Jateng-Hari-Ini-Sabtu-4-Oktober-2025.jpg)