Berita Kudus

Pertamina Mulai Larang Pembelian BBM Menggunakan Jeriken‎ di Kudus

Total distribusi rata-rata untuk dua jenis BBM itu sebanyak 320 Kilo Liter (KL) per hari di wilayah Kabupaten Kudus

Penulis: raka f pujangga | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Raka F Pujangga
Petugas SPBU tengah mengisi bahan bakar ke pengendara mobil. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -  PT Pertamina melarang pembelian bahan bakar minyak (BBM) menggunakan jeriken.

Aturan itu akan berpengaruh terhadap pengecer BBM khususnya yang menyediakan jenis ‎Pertamax dan Pertalite.

Total distribusi rata-rata untuk dua jenis BBM itu sebanyak 320 Kilo Liter (KL) per hari di wilayah Kabupaten Kudus.

‎Terdiri dari BBM jenis Pertalite sebanyak 211 KL per hari, sedangkan Pertamax sebanyak 109 KL per hari.

Unit Manager Communication, Relations & CSR‎ Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina (Persero)‎, Brasto Galih Nugroho‎ menyampaikan telah menyurati seluruh SPBU di wilayahnya pada hari Kamis (7/4/2022) kemarin.

"Kemarin kami keluarkan surat ke SPBU," ujar dia, Jumat (8/4/2022).

Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) terus berkomitmen memastikan penyaluran bahan bakar penugasan (JBKP) Pertalite dapat tepat sasaran sesuai dengan alokasi dan regulasi yang berlaku. 

Mengacu kepada Kepmen ESDM No. 37/2022 tentang Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan dimana ada perubahan status Pertalite menjadi bahan bakar penugasan, Pertamina telah memberlakukan aturan terbaru untuk pembelian Pertalite di SPBU 

Dengan berubahnya Pertalite dari bahan bakar umum menjadi bahan bakar penugasan JBKP dimana didalamnya terdapat unsur subsidi atau kompensasi harga dan alokasi kuota.

"Maka Pertamina melarang SPBU untuk melayani pembelian Pertalite menggunakan jeriken atau drum untuk diperjualbelikan kembali di level pengecer," ujarnya.

Aturan pelarangan untuk melayani pembelian JBKP Pertalite dengan jeriken ini telah sesuai juga dengan Surat Ederan Menteri ESDM No. 13/2017 mengenai Ketentuan Penyaluran Bahan Bakar Minyak melalui Penyalur. 

Dalam SE tersebut, badan usaha penyalur dalam hal ini Pertamina hanya dapat menyalurkan bahan bakar kepada pengguna langsung untuk transportasi dan kebutuhan bahan bakar rumah tangga, bukan untuk dijual kembali (pengecer). 

"Sudah menjadi bagian tanggung jawab perusahaan untuk menyalurkan JBKP Pertalite dengan tepat sasaran sehingga dapat dinikmati masyarakat yang berhak," jelasnya.

Untuk informasi lengkap mengenai seluruh layanan dan produk Pertamina, masyarakat dapat dapat langsung menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135.

Diketahui distribusi rata-rata Pertalite dan Pertamax ‎selama tiga bulan terakhir sebanyak 9.604 Kilo Liter (KL).

Pada bulan Januari 2022 distribusi BBM jenis Pertalite dan Pertamax sebanyak 9.807 KL, bulan Februari sebanyak 8.807 KL dan bulan Maret 10.199 KL. (raf)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved