PSIS Hari Ini
PSIS Semarang Buka Lowongan, Butuh Sosok GM Bisnis dan Marketing, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
Menurut Komisaris PSIS, Junianto, seorang GM bisnis dan marketing sangat dibutuhkan di tengah tantangan menghadapi sport industry.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tengah masa persiapan menghadapi kompetisi Liga 1 2022/2023, PSIS Semarang terus memperkuat pondasi tim.
Setelah beberapa waktu lalu secara teknis mendatangkan Taisei Marukawa dan Carlos Fortes untuk tim, kali ini manajemen Laskar Mahesa Jenar sedang mencari sosok general manager (GM) untuk pengembangan bidang bisnis dan marketing.
Menurut Komisaris PSIS, Junianto, seorang GM bisnis dan marketing sangat dibutuhkan di tengah tantangan menghadapi sport industry.
Baca juga: Satu Pemain Asing PSIS Semarang Harus Dikorbankan, Jika Benar Datangkan Rekan Marukawa di Persebaya
Baca juga: Impian Jokri Sejak Gabung PSIS Semarang, Ingin Rasakan Atmosfer Pertandingan di Stadion Jatidiri
Baca juga: Foto-foto Taisei Marukawa Pamer Jersey PSIS Semarang Pada Teman-temannya di Jepang
Baca juga: APPI Benarkan Sikap Carlos Fortes, Terima Pinangan PSIS Semarang Meski Diprotes Petinggi Arema FC
“Di dunia sepak bola modern sekarang ini di antara suksesnya prestasi sebuah tim memang diperlukan GM yang mensinergikan antara managemen, coach, pemain, dan penunjangnya."
"Di klub-klub Liga 1 di Indonesia sudah banyak dan lazim ditemui, akan tetapi ada satu hal kekurangan yang saya amati di Liga 1 ini."
"Yaitu managerial bisnis dan marketing dimana fungsinya mengoptimalkan sumber pendapatan sebuah tim dan ini sangat dibutuhkan."
"Apalagi menuju era sepak bola modern yang ditopang dengan bisnis tanpa adanya subsidi dari owner dan pemilik,” ujar Junianto kepada Tribunjateng.com, Jumat (8/4/2022).
Owner Wahyu Agung Grup ini juga menjelaskan bahwa PSIS sebagai klub profesional harus profit ke depannya.
Apalagi klub kebanggaan Panser Biru dan Snex ini tengah merintis untuk melantai di bursa saham atau selama ini dikenal dengan istilah Initial Public Offering (IPO).
“PSIS harus profit dan harus bisa berkreasi menciptakan sumber pendapatan mulai sponsorship, tiketing, hak siar, merchandise, dan lainnya secara maksimal,” lanjut Junianto.
“Mari diubah pola pemikiran lama mengelola klub bola untuk menjadi lebih baik."
"Ini perlu SDM yang ulet, cinta bola, jujur, punya naluri bisnis, dan pantang menyerah,” lanjutnya.
Junianto juga menerangkan bahwa di Wahyu Agung Grup yang dia pimpin selama ini sudah memiliki sosok pengelola manajerial baik bisnis maupun pengembangan marketing.
Sehingga usahanya seperti Charlie Hospital, Baja Indoraya, perhotelan, perkebunan sawit, dan lainnya terus berkembang hingga saat ini.
Nantinya Junianto dan CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi yang akan melaksanakan fit and proper test untuk posisi GM Bisnis dan Marketing PSIS Semarang.