Berita Blora

Wilayah Perbatasan Blora Makin Sering Disambangi Polisi, Alasannya Rawan Kriminalitas

Selain untuk antisipasi gangguan kamtibmas, kehadiran petugas juga mengingatkan warga tentang protokol kesehatan karena saat ini masih ada Covid-19.

Penulis: ahmad mustakim | Editor: deni setiawan
POLRES BLORA
Patroli petugas Polsek Kradenan di wilayah perbatasan Blora dengan Bojonegoro, Sabtu (9/4/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Mengantisipasi tindak kriminal, Polsek Kradenan makin intensif menggelar patroli di daerah rawan dan perbatasan yang masuk wilayah Kabupaten Blora itu. 

Adapun sasaran patroli adalah permukiman warga, kawasan perkantoran, tempat ibadah, hingga wilayah perbatasan di Jembatan Luwih Haji Medalem (Jembatan Lume).

Dimana itu merupakan wilayah perbatasan kecamatan Kradenan Kabupaten Blora dengan Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Baca juga: Kian Tak Jelas, Pedagang Ingin Segera Tempati Blok D Pasar Sido Makmur Mlangsen Blora

Baca juga: Tak Punya Landasan Hukum, Staf Khusus Bupati Blora Terancam Kandas Di Tengah Jalan

Baca juga: Persiapan Hadapi Arus Mudik Lebaran, Polres Blora Bentuk Satgas Quick Response Penanganan Kecelakaan

Baca juga: Layani Vaksinasi Malam Hari, Polres Blora Buka Gerai Vaksinasi Ramadan di Alun Alun

Kapolsek Kradenan, AKP Lilik Eko Sukaryono mengungkapkan, patroli di akhir pekan lebih ditingkatkan apalagi selama bulan puasa. 

"Pada akhir pekan kami tingkatkan patroli."

"Ini karena momen akhir pekan biasanya dimanfaatkan warga untuk keluar rumah sekadar jalan-jalan ataupun berpergian."

"Jadi kawasan permukiman pendudukan sepi."

"Untuk itulah kami patroli," kata AKP Lilik kepada Tribunjateng.com, Sabtu (9/4/2022).

Selain untuk antisipasi gangguan kamtibmas, kehadiran petugas juga mengingatkan warga tentang protokol kesehatan karena saat ini masih ada Covid-19.

"Tak lupa kami imbau warga agar tetap menerapkan protokol kesehatan."

"Karena saat ini masih ada virus corona," tandas Kapolsek. 

Ditambahkannya, untuk pelaksanaan patroli dilaksanakan selama 1 x 24 jam.

Jadi bisa saja satu lokasi disambangi 3 atau 4 kali. 

"Harapannya adalah keamanan dan ketertiban, sehingga warga bisa nyaman dalam melaksanakan ibadah," pungkas Kapolsek. (*)

Baca juga: Masihkah Neymar Berpeluang Pulang ke Barcelona? Jawabannya Tidak Mungkin, Ini Penyebab Utamanya

Baca juga: Insiden Kekalahan Manchester United Vs Everton, Kaki Kiri Cristiano Ronaldo Berdarah

Baca juga: 32 Tim Mini Soccer Bertarung di Kompetisi Piala Wali Kota Semarang, Juara 1 Lawan Tim Pak Hendi Cs

Baca juga: Satu Keluarga Tercebur saat Menyeberang di Sungai Berantas, 1 Hilang dan 1 Ditemukan Tewas

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved