Berita Semarang

Lapak Sementara untuk Pedagang Korban Kebakaran Relokasi MAJT Belum Ditempati

Lapak sementara untuk tampung pedagang korban kebakaran Pasar Relokasi MAJT belum ditempati.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Lapak sementara yang dibangun oleh Pemerintah Kota Semarang untuk menampung pedagang korban kebakaran Pasar Relokasi MAJT hingga kini belum ditempati, Senin (11/4/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lapak sementara yang dibangun oleh Pemerintah Kota Semarang untuk menampung pedagang korban kebakaran Pasar Relokasi MAJT hingga kini belum ditempati.

Pantauan di lapangan, Senin (11/4/2022), lapak yang berada di sisi selatan dan utara Pasar Kanjengan itu masih kosong.

Baru ada meja dan boks yang diduga milik para pedagang. Namun, hingga kini, belum terlihat adanya aktivitas perdagangan di tempat relokasi yang baru. 

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis mengatakan, lapak relokasi tersebut sudah dilakukan pengundian melalui ketua kelompok.

Zonasi pedagang juga sudah diatur di blok-blok yang berbeda. Ada dua zona yaitu zonasi campuran dan zonasi konveksi. 

"Penempatan pedagang sudah, tinggal dari pedagang mempersiapkan dagangan dilokasi," ujarnya. 

Menurutnya, sangat disayangkan jika lapak relokasi tersebut tidak ditempati mengingat Pemerintah Kota Semarang telah mengucurkan anggaran untuk pembuatan lapak relokasi

Dinas Perdagangan pun telah melayangkan peringatan secara administatif terkait belum ditempatinya lapak relokasi.

Peringatan administratif tersebut berupa teguran bagi pedagang agar segera menempati lapaknya.

Namun setelah diberi peringatan dan diberi tenggang waktu untuk pindah, pedagang masih belum kunjung menempati lapak

Rencananya, pihaknya akan melakukan upaya pemanggilan perwakilan kelompok pedagang untuk mengetahui persoalan yang dihadapi para pedagang sehingga belum kunjung menempati lapak

"Kami akan lihat permasalahannya apa. Kalau benar-benar bisa diterima misalnya terkendala modal maka akan dapat menjadi pertimbangan. Namun, kalau alasannya hanya takut tidak laku, sepertinya kurang bisa diterima," terang Nurkholis. 

Sebenarnya, kata Nurkholis, Pemerintah Kota Semarang telah memberikan bantuan modal kepada masing-masing pedagang korban kebakaran.

Jika bantuan dinilai kurang, pemkot juga telah meminta Bank Jateng dan BNI agar memfasilitasi skema kredit murah bagi pedagang yang membutuhkan modal. 


Jika pedagang enggan menempati lapak relokasi yang telah disediakan, tidak menutup kemungkinkan akan memperbolehkan pedagang lain untuk menempati lapak.

Namun, jika pedagang hendak menunda penempatan lapak setelah Lebaran nanti, dia meminta, pedagang bisa memberikan konfirmasi kepada dinas dengan membuat surat pernyataan. 

"Kami rencana akan undang perwakilan pedagang pada Rabu besok. Ada enam perwakilan," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved