Pemkab Batang Rencanakan Operasi Pasar Minyak Goreng Tahap 2
Dinas Perindustrian, Perdagangan,Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) telah melakukan operasi pasar minyak goreng curah.
Penulis: dina indriani | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Hingga saat ini minyak goreng curah di Kabupaten Batang masih langka.
Dinas Perindustrian, Perdagangan,Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) telah melakukan operasi pasar minyak goreng curah beberapa waktu lalu di Pasar Batang dan Pasar Limpung.
Operasi pasar minyak goreng curah sebanyak 12 ton itu pun langsung ludes.
Dengan kondisi minyak goreng curah yang masih langka di pasaran, pihak Diperindagkop dan UKM Batang meminta tambahan pasokan operasi pasar.
"Jatah 12 ton kemarin itu baru menyasar Pasar Batang dan Limpung, dan itu langsung habis," tutur Kepala Disperindagkop dan UKM Batang, Subiyanto, Selasa (12/4/2022).
Dengan begitu, pihaknya berharap ada tambahan operasi pasar untuk Pasar Bandar dan Pasar Bawang.
"Untuk tahap ini realisasinya sebanyak 12 ton dari rencana awal 14 ton, hal ini karena kendala kapasitas tangki dari kendaraan operasional pembawa minyaknya. Sehingga hanya bisa terealisasi 12 ton. Kami berharap nantinya PT Perusahaan Perdagangan Indonesia Persero (PT PPI) bisa kembali merealisasikan pasokan untuk operasi pasar kedua," jelasnya.
Subiyanto juga menjelaskan, dalam operasi pasar kali ini minyak curah dijual dengan harga Rp 14 ribu per liter atau Rp15.500 per kilogram.
Operasi ini menyasar masyarakat sekitar dan juga pelaku UMKM dengan jatah 5 kilogram
Sedangkan untuk kalangan rumah tangga dijatah 2 kilogram.
"Jadi untuk UMKM ketika akan membeli minyak harus membawa persyaratan, seperti menunjukkan KTP, menunjukkan izin usaha dan menyebutkan jenis usaha mereka," imbuhnya.
Pihaknya berharap nantinya akan ada pelaksanaan operasi pasar tahap dua dan ada penambahan jatah minyak gorenh curah pada operasi pasar selanjutnya.
"Ke depan kemungkinan ada kembali operasi pasar untuk yang Pasar Bawang dan Bandar, tetapi untuk jatahnya kami belum tahu pasti harapan kami jatahnya bisa dilebihkan mengingat di Ramadan dan Lebaran nanti pasti permintaan minyak meningkat," pungkasnya. (din)