Berita Pekalongan
Selama Ramadhan Objek Wisata di Pekalongan Tetap Buka
Objek wisata di Kota Pekalongan khususnya yang dikelola Dinparbudpora buka selama Ramadhan.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Sejumlah objek wisata di Kota Pekalongan khususnya yang dikelola oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan tetap beroperasi selama bulan R

amadhan.
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, Pemkot Pekalongan mempersilahkan tempat wisata untuk tetap beroperasi selama bulan Ramadhan, namun harus sesuai aturan dan mematuhi protokol kesehatan secara ketat.
"Kebijakan objek wisata di Kota Pekalongan, Pemerintah Kota Pekalongan mempersilahkan tetap buka selama ramadhan dengan jam operasional yang disesuaikan. Pengunjung maupun pengelola wajib mematuhi protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 di Kota Pekalongan bisa terus dikendalikan," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Rabu (13/4/2022).
Pihaknya merespon cepat agar pariwisata tetap hidup dan tumbuh bergeliat, karena pariwisata menjadi salah satu fokus utama Pemkot Pekalongan sebagai upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.
"Terlebih, saat ini Pemkot tengah gencar promosi obyek wisata yang dimiliki, salah satunya Wisata Air Pantai Pasir Kencana Pekalongan yang masih menjadi wisata primadona dan menyedot perhatian pengunjung baik dari dalam kota maupun luar Kota Pekalongan," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Sutarno menjelaskan Pemkot Pekalongan mengizinkan obyek wisata yang dikelola Pemda setempat tetap beroperasional dengan sedikit ada perubahan jam.
Dimana, saat ini Obyek Wisata Air Pantai Pasir Kencana tengah menyedot banyak kunjungan dari masyarakat.
"Di lokasi wisata dengan wajah baru tersebut, kami memberlakukan jam operasional buka mulai pukul 15.00 WIB -19.00 WIB selama ramadhan, yang mana sebelumnya biasanya buka mulai pukul 14.00 WIB-20.00 WIB. Sementara, untuk obyek wisata lain tetap buka rata-rata pukul 09.00 WIB - 15.00 WIB.
"Alhamdulillah untuk sektor pariwisata ini sudah mulai bergeliat, wisatawan mulai berdatangan dan sebelum puasa kemarin trendnya naik."
"Namun, untuk awal puasa ini memang kunjungannya menurun, mungkin karena masyarakat lebih memilih di rumah saja selama kondisi berpuasa. Namun, biasanya setelah Syawal bisa kembali naik jumlah kunjungannya," katanya.
Sutarno menyebutkan, untuk tingkat kunjungan ke Objek Wisata Pantai Slamaran saat ini sudah sekitar 75 persen dari target yang ditetapkan.
Sedangkan, untuk kunjungan ke Museum Batik Pekalongan memang terbilang masih rendah sebesar 16 persen, mengingat untuk wisata edukasi membatik di Museum ini lebih banyak mengandalkan pada kunjungan anak-anak sekolah-sekolah yang belum semuanya masuk sekolah secara tatap muka.
"Sementara, untuk kunjungan ke Pusat Informasi Mangrove (PIM) masih tercapai 9 persen, karena kebanyakan terpusat pada kunjungan ke wisata air yang baru dibuka dan berhasil meraup Penghasilan Asli Daerah (PAD) Rp 1,8 miliar, padahal tahun 2022 ini ditarget Rp 2,8 miliar," imbuhnya.
Selain itu juga, pihaknya juga mempromosikan obyek-obyek wisata di Kota Pekalongan dengan menggandeng dari berbagai pihak baik melalui media sosial, Organisasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), duta wisata, dan sebagainya.