Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Harga Minyak Goreng Curah di Kendal Masih Rp 22 Ribu/kg

Di tingkat pedagang pasar, harga migor curah dibanderol Rp 20.000-Rp 22.000 per kilogram (kg).

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Petugas menyalurkan minyak goreng curah kepada pedagang Pasar Kota Kendal, Kamis (14/4/2022). 

Kepala Bidang Perdagangan Disdagkop-UKM Kendal, Abdul Aziz menyatakan, temuan 9 ton yang terdistribusikan tidak melalui pemerintah daerah sudah dilaporkan kepada Tim Satgas Pangan Polres Kendal.

Setelah itu, akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut, agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.

Ia berharap komitmen dari PT PPI agar berkordinasi dengan pemerintah daerah dalam menyalurkan minyak goreng curah, supaya tidak terjadi lonjakan harga di atas HET yang sudah ditetapkan.

"Kalau penyalurannya melibatkan pemerintah daerah, kami dinas perdagangan di setiap daerah akan mengawal pendistribusiannya sampai ke tingkat konsumen. Kami bisa tegur bagi pedagang yang tidak menjual migor curah di bawah HET, bisa kami coret dari daftar penerima. Kalau penyalurannya kami tidak dilibatkan, bagaimana kami bisa mengontrolnya," tukasnya.

Aziz berharap, penyaluran alokasi migor curah ini melibatkan pemerintah daerah, bukan organisasi, asosiasi, kelompok, atau perseorangan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Kami sudah cek dua kali terjadi pengiriman migor curah tidak kordinasi dengan pemda. Datangnya setiap tengah malam, atas nama asosiasi pedagang. Kalau seperti ini, takutnya dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggungjawab, harga jadi mahal di pasaran," tandasnya. 

Adapun, sebanyak 5.850 kg migor curah didistribusikan di Pasar Kota Kendal pada, Kamis (14/4/2022).

Secara total, pemerintah sudah menyalurkan 13.850 kilogram sejak awal Ramadan.

Setiap pedagang membeli migor curah seharga Rp 14.400/liter atau Rp 15.500/kg.

Aziz berharap, operasi pasar itu bisa menekan angka penjualan migor curah di atas HET yang ditetapkan pemerintah.

"Kami berharap melalui operasi pasar ini, masyarakat umum, pelaku usaha kecil bisa mendapatkan kebutuhan minyak goreng dengan harga murah, terjangkau. Tidak dengan harga Rp 17.000-Rp 22.000 per kg seperti di pasaran saat ini," jelasnya.

Nantinya, pedagang bisa menjual kembali migor yang diperoleh dengan harga yang sesuai.

Misal minyak goreng harus dikemas dengan plastik, harga yang dipatok pun tidak lebih dari Rp 17.000/kg.

Menunggu Operasi Pasar

Seorang pedagang, Kristina mengatakan, operasi pasar yang dilakukan pemerintah daerah sangat ditunggu masyarakat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved