Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pembelian Minyak Goreng Curah Sragen Tidak Dibatasi, Warga Terima Antre Lama

Tingginya permintaan minyak curah bisa terlihat dari antrean di toko-toko grosir yang menyediakan minyak curah di Pasar Bunder, Sragen. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG. COM, SRAGEN - Menjelang lebaran, kebutuhan warga akan bahan pokok meningkat. Tidak kecuali minyak goreng.

Sayangnya, masyarakat sampai saat ini masih dipusingkan dengan mahalnya harga minyak goreng di pasaran. 

Di tengah tingginya harga minyak goreng kemasan, masyarakat berbondong-bondong membeli minyak curah yang harganya lebih murah. 

Padahal, minyak curah sebelumnya jarang dilirik masyarakat saat harga minyak goreng kemasan masih normal. 

Terlebih, sejak pemerintah mencabut kebijakan HET minyak goreng kemasan, minyak curah kian diburu. Pemerintah masih menetapkan HET untuk minyak curah, Rp 14.000 perliter. 

Tingginya permintaan minyak curah bisa terlihat dari antrean di toko-toko grosir yang menyediakan minyak curah di Pasar Bunder, Sragen

Di salah satu toko grosir di Pasar Bunder, terlihat sejumlah warga mengantre untuk membeli minyak curah. 

Surat, warga Kecamatan Karangmalang datang sejak pukul 08.00 Wib. Namun sampai pukul 10.00 Wib, ia masih terlihat mengantre. Beberapa pegawai toko  sibuk melayani pembeli. Termasuk menuangkan minyak curah ke dalam jeriken. 

Pantauan Tribun, rata-rata pelanggan yang mengentre membeli minyak curah dalam jumlah banyak menggunakan jeriken. 

"Kalau pagi antre. Kalau siang tidak," katanya, Jumat (15/4/2022) 

Surat sudah berlangganan di toko itu. Ia membeli minyak curah bukan untuk konsumsi sendiri, melainkan untuk dijual kembali.  Kali ini ia membeli dua jeriken isi 40 liter. 

Ia rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan minyak curah. Harga minyak curah di toko ini di kisaran Rp 15 ribu perliter. 

Meski harus mengantre lama, Surat bersyukur karena ia bisa membeli dalam jumlah banyak tanpa harus dibatasi. Ini berbeda dengan sebelumnya dengan pembelian terbatas, maksimal 20 liter. 

" Sekarang gak dibatasi, bisa beli banyak, " katanya.

Surat menjual kembali minyak curah itu ke masyarakat dengan harga Rp 18 ribu perliter. Meski dijual di atas HET, harga ini masih lebih murah dibanding harga minyak goreng kemasan di kisaran Rp 25 ribu perliter. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved