Breaking News
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Alasan Irayani Kekeh Pilih Minyak Goreng Curah di Sragen

Irayani mengaku telah beralih menggunakan minyak curah semenjak pandemi Covid 19 melanda.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Khoirul Muzakki
Irayani menggoreng telur di rumahnya, Perumahan Taman Asri, Kroyo, Sragen, Selasa (19/4/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN -  Mahalnya harga minyak goreng kemasan membuat sebagian ibu rumah tangga beralih ke minyak goreng curah. 

Harga jadi alasan utama para ibu rumah tangga beralih ke minyak curah.

Tak ayal, minyak curah yang dulu jarang dilirik masyarakat, kini justru diburu. 

Irayani,  warga Perumahan Taman Asri, Rt 34 Rw 14 Kelurahan Kroyo, Karangmalang mengaku telah beralih menggunakan minyak curah semenjak pandemi Covid 19 melanda.

Terlebih saat harga minyak kemasan melonjak, ia memilih berlangganan minyak curah. 

"Alasannya yang jelas pertimbangan harga, " katanya, Selasa (19/4/2022) 

Ia mengungkapkan, harga minyak curah di tempatnya saat ini Rp 18 ribu perkilogram.

Meski naik dari sebelum pandemi, harga minyak curah ini masih jauh lebih murah daripada minyak kemasan. 

Minyak kemasan saat ini dijual dengan harga sekitar Rp 24 ribu perliter.

Selisih harga yang lumayan jadi pertimbangan utamanya membeli minyak curah. 

Sebagai ibu rumah tangga, Irayani harus pandai mengatur keuangan di masa pandemi.

Daripada membeli minyak kemasan, ia berpikir, selisih harga itu bisa ia pakai untuk membeli barang kebutuhan lain yang juga penting. 

Terlebih menjelang lebaran seperti saat ini, bukan hanya minyak goreng yang naik, namun juga kebutuhan pokok lain. 

"Sebagai ibu rumah tangga, mikirku sederhana  saja. Yang penting kebutuhan dapurku terpenuhi, " katanya

Ia mengakui kualitas minyak curah memang beda dengan minyak goreng kemasan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved