Alasan Irayani Kekeh Pilih Minyak Goreng Curah di Sragen
Irayani mengaku telah beralih menggunakan minyak curah semenjak pandemi Covid 19 melanda.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: Daniel Ari Purnomo
Pengalamannya, minyak goreng curah sudah keruh setelah dua kali pemakaian.
Berbeda dengan minyak goreng kemasan yang bisa digunakan sampai tiga kali penggorengan.
Tapi ia menggarisbawahi, tidak semua minyak goreng kemasan terjamin kejernihan dan kesehatannya.
Ia melihat hanya minyak goreng dengan merk tertentu yang memang sudah dikenal bagus kualitasnya.
Namun ada minyak kemasan yang menurut dia, kualitasnya tak beda jauh dengan minyak curah.
Wajar, saat kondisi pasar masih normal dulu, harga minyak goreng kemasan pun bervariatif hingga selisih harganya lumayan.
Tapi entah mengapa, saat ini, minyak goreng kemasan, dengan kualitas berbeda, harganya dipukul rata.
"Sejak adanya program subsidi dari pemerintah, harga itu dipukul rata, " katanya.
(*)