Berita Nasional
Jokowi Prediksi Mudik Tahun Ini Macet Parah, Pemudik Diimbau Berangkat Lebih Awal
Menurut Presiden Joko Widodo(Jokowi), angka tersebut terhitung sangat besar. Sehingga diperkirakan akan terjadi kemacetan parah.
Menurut Prajudi, sekitar 60 ribu kendaraan akan melintas di Tol Kalikangkung pada 28 atau 29 April 2022.
Sementara, transaksi pembayaran di gerbang Tol Palimanan juga ditiadakan selama arus mudik dan arus balik.
"Di gerbang Palimanan akan diloloskan, padahal titik itu merupakan katub di Kalikangkung. Arus kendaraan diperkirakan nanti akan lebih cepat sampai di Kalikangkung," jelas Prajudi.
Halalbihalal Dilarang Makan dan Minum
Di sisi lain, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto Airlangga Hartarto mengimbau pelaksanaan halalbihalal pada Idul Fitri 2022 dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Di antaranya dengan tidak makan dan minum.
"Pak presiden memberi catatan terkait kegiatan-kegiatan menjelang halalbihalal nanti, terutama kegiatan untuk halalbihalal diselenggarakan dengan Prokes dan diimbau tidak ada makan minum dan makan minum pun harus sesuai dengan jarak dan tempat," kata Airlangga, usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin(18/4).
Selain halalbihalal, pemerintah mengimbau penerapan protokol kesehatan yang ketat juga dilakukan di tempat hiburan atau keramaian. Pemerintah meminta pengelola memperhatikan kapasitas tempat hiburan dan keramaian tersebut.
Di sisi lain, Ahli Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman menilai potensi peningkatan kasus pascamudik tentu tetap ada.
"Karena bagaimanapun kita masih memiliki populasi yang rawan dan belum memiliki imunitas. Dan jumlah nya itu kurang lebih 20 persen," papar Dicky.
Populasi yang rawan baik pada mereka belum bisa divaksin, dan tidak ingin divaksin. Termasuk juga pada kelompok yang mengalami penurunan efektifitas dari imunitas. Baik setelah terinfeksi dan divaksinasi Covid-19.
Dengan jumlah proporsi 20 persen ini kata Dicky tentu bukan jumlah yang kecil.
Apalagi jika merujuk pada jumlah populasi Indonesia yang mendekati hingga 300 juta. Jumlah 20 persen ini mungkin sudah melebihi populasi Singapura, Kamboja, atau beberapa negara kecil di ASEAN.
"Ini tentu juga membawa kerawanan sendiri," kata Dicky.(Tribun Network/fik/yud/ais/wly/cnn/Tribun Jateng Cetak)