Berita Nasional
Mafia Minyak Goreng Akhirnya Terungkap, 4 Orang Jadi Tersangka
Sebanyak empat orang ditetapkan sebagai tersangka kasus mafia minyak goreng. Siapa Saja?
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sebanyak empat orang ditetapkan sebagai tersangka kasus mafia minyak goreng.
Hal itu disampaikan Jaksa Agung RI ST Burhanuddin di Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Selasa (19/4/2022).
Keempat tersangka itu adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI Indasari Wisnu Wardhana dan Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affairs PT Permata Hijau Group.
Baca juga: Terungkap 4 Identitas Tersangka Mafia Minyak Goreng yang Bikin Sengsara Rakyat
Lalu, Togar Sitanggang General Manager PT Musim Mas dan Komisaris Wilmar Nabati Indonesia Parlindungan Tumanggor.
Periksa 19 Saksi, 596 Dokumen dan Surat Terkait Lainnya serta Keterangan Ahli
Menurut Burhanuddin, penetapan tersangka itu setelah penyidik menemukan dua bukti permulaan yang cukup.
"Bukti permulaan cukup 19 saksi, 596 dokumen dan surat terkait lainnya serta keterangan ahli. Dengan telah ditemukannya alat bukti cukup yaitu 2 alat bukti," ungkap Burhanuddin.
Dalam kasus ini, Burhanuddin menuturkan para tersangka diduga melakukan pemufakatan antara pemohon dan pemberi izin penerbitan ekspor. Lalu, kongkalikong dikeluarkannya perizinan ekspor meski tidak memenuhi syarat.
"Dikeluarkannya perizinan ekspor yang seharusnya ditolak karena tidak memenuhi syarat, telah mendistribuskan Crude palm oil (CPO) tidak sesuai dengan Domestic Price Obligation (DPO) dan tidak mendistribusikan CPO/RBD sesuai Domestic Market Obligation (DMO) yaitu 20 persen," jelasnya.
Lebih lanjut, Burhanuddin menuturkan ketiga tersangka yang berasal dari swasta tersebut berkomunikasi dengan Indasari agar mendapatkan persetujuan ekspor.
"Ketiga tersangka telah berkomunikasi dengan tersangka IWW, sehingga perusahaan itu untuk dapatkan persetujuan ekspor padahal nggak berhak dapat, karena sebagai perusahaan yang telah mendistribusikan tidak sesuai DPO dan DMO. Yang bukan berasal dari perkebunan intri," beber dia.
Dijebloskan ke Penjara Selama 20 Hari
Adapun Indasari dan Parlindungan ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung Ri.
Sementara itu, Togar dan Stanley ditahan di Kejakasaan Negeri Jakarta Selatan.
"Ditahan selama 20 hari terhitung hari ini sampai 8 Mei 2022," pungkasnya.
Tangan Dingin Erick Thohir Atasi Masalah Memikat Dukungan Kader PDI P |
![]() |
---|
Tolak Internet! Suku Baduy Kirim Surat ke Bupati Lebak, Ini Alasannya |
![]() |
---|
Sidang Berlangsung Sengit, Luhut Sebut Haris Azhar Pernah Minta Saham PT Freeport |
![]() |
---|
Fakta-Fakta Kasus Penipuan Preorder iPhone Si Kembar Rihana-Rihani yang Rugikan Korban Rp35 Miliar |
![]() |
---|
Mahfud MD: Pejabat dan Pengacara Jangan Halangi Pengungkapan Kasus Pencucian Uang! |
![]() |
---|