Berita Semarang
BI Jateng Apresiasi Peran Kartini Masa Kini
BI Jawa Tengah menggelar"Gebyar Kartini Mengajar" di Atrium Mall Paragon Semarang, Kamis.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan "Gebyar Kartini Mengajar" di Atrium Mall Paragon Semarang, Kamis (21/4/2022).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jateng Rahmat Dwisaputra mengatakan, kegiatan ini merupakan puncak dari serangkaian perhelatan kegiatan Kartini Mengajar yang dilaksanakan sejak maret 2022.
Kegiatan dilaksanakan secara hybrid di dual lokasi yaitu Pendopo Museum RA Kartini Kota Rembang dan Paragon mall Semarang, mengangkat tema "Tumbuh dan Tangguh Menjadi Kartini di Era Globalisasi".
Acara ini juga bersinergi dengan kegiatan UMKM Gayeng 2022 di Paragon Mall 19-24 april 2022.
Acara mengundang sejumlah tokoh wanita inspiratif yakni Atikoh Ganjar Pranowo Ketua Dekranasda Prov. Jateng; Harmusa Oktaviani Anggota DPR RI Komisi XI sekaligus tokoh wanita Rembang; Hasiroh Abdul Hafidz Ketua Dekranasda Kab. Rembang; dan Hevearita G Rahayu Wakil Walikota Semarang; dan Maudy Koesnaedi serta Sarah Sechan.
"Kartini Mengajar merupakan wujud kepedulian BI Jateng terhadap pemberdayaan perempuan di era globalisasi sat ini yang dapat terus tumbuh dan tangguh menghadapi dinamika zaman," kata Rahmat di sela acara.
Kegiatan Kartini Mengajar sendiri meliputi bedah buku, talkshow hingga berbagai lomba seperti lomba fotografi kartini masa kini, resensi buku, dan lomba pembacaan puisi bertema kartini yang pengumuman pemenang sekaligus diumumkan di penghujung acara.
Bertepatan dengan momentum Hari Kartini ini, Rahmat menyebutkan, Hari Kartini harus dijadikan pengingat sekaligus momentum untuk melakukan perubahan secara terus-menerus.
Di era globalisasi saat ini, kata dia, wanita diberi banyak kesempatan untuk berperan terutama dari sisi edukasi dan karir.
Terlihat dari data, porsi kerja wanita saat ini menunjukkan angka yang cukup baik yakni bekisar 40 persen dari jumlah angkatan kerja di Indonesia yang mencapai 140 juta orang.
Namun demikian menurutnya masih perlu didorong agar mampu bersaing dengan negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand.
"Isu pemberdayaan perempuan pun menjadi perhatian pemerintah. Pemerintah terus berkomitmen untuk meningkatkan kesetaraan gender melalui kebijakan dan strategi RPJMN tahun 2020-2024, salah satunya meningkatkan tingkat angkatan kerja wanita yang mencapai 55 persen pada tahun 2024 mendatang," ungkapnya.
Selain itu, peran dan kontribusi perempuan menjadi faktor penting. Menurutnya, peran perempuan dalalm perekonomian juga semakin besar.
Terlihat dari sektor UMKM yang 53,76 persen dimiliki perempuan dan 97 persen karyawannya berkontribusi dalam perekonomian mecapai 61 persen.
Atikoh yang sambutannya diwakili oleh Hevearita G Rahayu mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya acara tersebut.