Polisi Selidiki Ludesnya Uang Tabungan Ojol Semarang Rp 65 Juta: Masih down, lemes
Ojek online alias Ojol Semarang yang uang tabungannya ludes gara-gara kode OTP masih lemas.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tak puas hanya kuras satu ATM, pelaku terus memperdaya korban.
Irwan diminta kode OTP bank lain miliknya dengan alasan kode OTP bank pertama tidak bisa.
Dengan lugu, Irwan memberitahukan uang Rp34 juta di rekening BCA-nya.
Ia pun kirim kode OTP bank tersebut.
Total kerugian yang dialaminya Rp65 juta.
"Enggak tahu kenapa, saya jawab iya, iya dan iya," ungkapnya.
Selepas itu, ia diminta menunggu selama 20 menitan.
Bukannya dapat hadiah, nomornya malah diblokir pelaku.
"Habis itu saya baru sadar. Firasat tidak enak. Benar saja. Saya cek dua ATM itu uangnya ludes semua," terangnya.
Ia menyebut, selepas kejadian melapor ke pihak kepolisian.
Bukannya mendapatkan penangan serius, ia malah ditanya kenapa uangnya banyak?.
"Saya jawab. Uang itu dapat kredit KUR Rp30 juta belum saya pakai. Sisanya hasil nabung 7 tahun. Rencana uang itu mau bikin rumah selepas lebaran," tuturnya.
Ia mengaku, selama ini tinggal bersama orangtuanya.
Hasil kerja jadi ojol dan kerja serabutan serta ngutang bank hanya demi bangun rumah sederhana.
"Saya ngojek sudah hampir 5 tahun. Sebelumnya kerja serabutan," terangnya.
Ia berharap, kasusnya dapat diusut tuntas.
Baginya, nilai itu sangat besar.
"Itu uang besar sekali, apa bisa balik? Saya ingin uang itu balik. Jangan semuanya, hanya separuh tidak apa-apa," jelasnya.
(Iwn)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :