Berita Jawa Tengah

Astindo ‎Jateng Pilih Karimunjawa Untuk Mendorong Pariwisata Lebih Dinamis‎

Program kerja ini merupakan rangkaian kegiatan Familiarization Trip  mulai 18-20 April 2022, dengan tema 'Healing-Feeling-Snorkeling'.

Penulis: raka f pujangga | Editor: deni setiawan
ASTINDO JATENG
Anggota Astindo Jateng menggelar program kerja tahun 2022 ini untuk menggiatkan kembali Karimunjawa, melalui Familiarization Trip dengan tema 'Healing-Feeling-Snorkeling', mulai tanggal 18-20 April 2022 lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Jawa Tengah memilih Karimunjawa untuk meningkatkan sektor pariwisata pada 2022 ini.

Astindo menggandeng para stakeholder pariwisata dan transportasi di Jawa Tengah untuk membuat program kerja periode 2022 dengan membuat Karimunjawa lebih dinamis.

Ketua DPD Astindo Jateng, Dian Dalu Akirta menyampaikan, program kerja ini merupakan rangkaian kegiatan Familiarization Trip  mulai 18-20 April 2022, dengan tema 'Healing-Feeling-Snorkeling'.

Baca juga: DPRD Jepara Acungi Jempol, Proyek Hunian Bule Karimunjawa Dihentikan Sampai Perizinan Beres

Baca juga: Pembangunan TPA di Karimunjawa Telah Rampung, Bupati Jepara Harap Warga dan Wisatawan Nyaman

Baca juga: Tidak Lengkapi Dokumen Perizinan, Proyek Start Up Island Karimunjawa Dihentikan Sementara

Baca juga: Surga Pantai di Jepara Adalah Karimunjawa, Ini Info Harga Tiket Kapal dan Jadwal Perjalanan

"‎Kegiatan diawali dengan mengadakan dialog kebangkitan pariwisata dengan stakeholder lokal Karimunjawa yang bertempat di bukit Love Karimunjawa," ujar dia kepada Tribunjateng.com, Sabtu (23/4/2022). 

Kemudian, Hybrid Seminar yang dibuka Plt Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara, Martini M Paham, yang mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Hadir pula Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub RI, Mugen S Sartoto.

"Selain dihadiri langsung, 135 peserta mengikuti kegiatan secara daring yang terdiri dari para pejabat Pemda dan para travel agent dari berbagai provinsi di Indonesia yang siap menjual Paket Wisata ke Karimunjawa," ujar dia.

Dalam hybrid seminar tersebut, menyajikan baik secara live maupun recording mengenai keindahan dan keunikan potensi wisata Karimunjawa yang disampaikan masing-masing penanggungjawab objek.

Sehingga dapat dijadikan referensi destinasi alternatif bagi para wisatawan.

Di antara terdapat Pantai Bobby, Pantai Ujung Gelam, Pantai Laendra, spot snorkling maer, penangkaran hiu, Alun-alun Karimunjawa, Bukit Love, dan Hotel Spazio.

Ketua panitia, Setia Warsina bersama dengan 10 biro perjalanan wisata banyak mendapat acungan jempol dan apresiasi dari berbagai pihak.

"Karena kami dapat mempertemukan hampir semua pejabat lintas instansi pemerintah dari provinsi, kabupaten, kota dan Pulau Karimunjawa sendiri dengan para stakeholder pariwisata," ujarnya.

Diketahui, Astindo yang beranggotakan para travel agent yang berasal dari seluruh Indonesia ini didirikan pada 10 November 1999.

Pendiriannya saat itu dilaksanakan oleh 25 orang para pemimpin travel agent yang sudah mapan.

Astindo saat ini menjadi asosiasi Departemen Perhubungan ‎karena keberadaannya sangat diperlukan untuk industri pariwisata. (*)

Baca juga: Ini Skenario Polda Jateng, Rekayasa di Jalur Tol Saat Puncak Arus Mudik Lebaran

Baca juga: Gelar Pengobatan Gratis Hingga Bazar, Cara Lain LMT An Nuur MBA Semarang Perkuat Amalan Ramadhan

Baca juga: Penerapan One Way dan Ganjil Genap Bakal Dipercepat, GT Cikampek Hingga Kalikangkung Semarang

Baca juga: Ini Cara Meletakkan Televisi yang Tepat Menurut Feng Shui, Biar Energi Seimbang

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved