Berita Tegal
Abdul Fikri Faqih: Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Daerah Butuh Sentuhan Dari Pusat
Kemenparekraf RI mengadakan bimtek peran masyarakat dalam menerapkan sadar wisata di Slawi.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: sujarwo
Masih di lokasi yang sama, Inspektur ll Kemenparekraf RI, Kamal Rimosan, menuturkan terkait jumlah kunjungan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara, ia belum mengetahui secara pastinya berapa.
Tapi yang jelas untuk pariwisata seperti Pulau Bali dan Pulau Bintan sudah dibuka untuk wisatawan mancanegara.
"Untuk persyaratannya sendiri juga sudah mulai dilonggarkan tidak seperti saat awal pandemi Covid-19 melanda. Baik masalah karantina, vaksin, dan lain-lain. Mudah-mudahan dengan kebijakan dari pemerintah yang mulai melonggarkan aturan, bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia," tutur Kamal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal, Saidno, menambahkan bahwa objek wisata yang dikelola oleh Pemkab ada tiga yaitu Pemandian Air Panas Guci, Purwahamba Indah (Pur'in), dan Waduk Cacaban.
Selain itu juga ada potensi lainnya seperti desa wisata yang saat ini jumlahnya kurang lebih ada 16 desa.
Adapun dari jumlah 16 desa wisata yang ada di Kabupaten Tegal, dikatakan Saidno yang representatif yaitu Pasar Slumpring Desa Cempaka, Sindang Kemadu Muncanglarang Bumijawa, Lembah Rembulan Desa Rembul, ada juga Prabalintang, dan wisata adrenalin di Pagerwangi.
"Selebihnya masih dalam tahap berbenah dan insyaallah mengarah untuk menjadi desa wisata. Mengingat hadirnya desa wisata ini, bisa dikatakan menjadi tulang punggung kegiatan perekonomian kreatif masyarakat," jelas Saidno.
Ditanya mengenai bentuk dukungan pemerintah untuk desa wisata ini, Saidno mengatakan dari Pemerintah Provinsi mengalokasikan bantuan mulai Rp 100 juta - Rp 500 juta bergantung tingkatannya.
Apakah ada yang baru merintis usaha, ada yang berkembang, maju, dan lain-lain. (*)