Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tadarus

Memaknai Ramadan sebagai sebuah Madrasah

Sebagai negara dengan multi etnis dan agama, Ramadan bagi muslim merupakan madrasah kedermawanan sosial untuk memperkokoh toleransi berbasis keimanan.

Tayang:
Editor: rustam aji
dok. pribadi
Sholahuddin, SS, MA: Ketua Aswaja NU Center Jepara & Kepala Madrasah Aliyah NU Al-mustaqim Bugel Kedung Jepara. 

Puasa seperti inilah yang memberikan liberasi kepada orang yang melakukannya, liberasi dari kungkungan hegemoni duniawi dan materialisme.

Jika manusia mengikuti hedonisme dan materialisme maka sungguh tidak akan ada habisnya.

Oleh karena itu nabi Muhammad SAW senantiasa mengingatkan kepada umatnya bahwa banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan pahala puasa, yang ia dapatkan hanya lapar dan dahaga.

***

Puasa juga merupakan saat dan momentum yang tepat untuk bisa mempertebal perasaan toleransi antar umat beragama.

Sebagai negara dengan multi etnis dan agama, Ramadan bagi muslim merupakan madrasah kedermawanan sosial untuk memperkokoh toleransi berbasis keimanan.

Hal ini dipraktikkan dengan baik oleh Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid lewat program sahur bersama anak jalanan, pengamen, mustdahafin dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, ibu Sinta juga mengundang tokoh agama lain untuk berbuka puasa bersama.

Apa yang dilakukan oleh mantan ibu negara tersebut, adalah pantulan penting bagaimana puasa ternyata menjadi medium untuk bisa mempertebal toleransi berbasis iman. Iman yang kuat tidak akan goyah dengan berbagai macam gesekan antar iman.

Forum seperti itu justeru momentum untuk mencari common ground diantara berbagai macam perspektif antar umat beragama.

Mempertebal toleransi begitu penting sekarang ini dimana kita lihat ke-Indonesi-an kita sekarang sedang digerogoti oleh radikalisme dan juga terorisme.

Data dari Maarif  Institute yang disiarkan oleh Kompas menyebutkan bahwa ideologi radikal telah menyusup ke media sosial.

Penelitian Siti Sarah Muwahidah--- peneliti Maarif Intitute---menyebutkan bahwa orang dengan begitu mudah menyebarkan berita atau informasi yang berisi kebencian atau hujatan kepada kelompok lain, tanpa melakukan verivikasi sebelumnya.

****

Memaknai puasa harus diinternalisasi dalam diri seorang muslim, yang juga berarti harus terpantul dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved