Program PINTAR
Bahas Agenda Besar, Tanoto Foundation Pertemukan Para Stakeholder Kota Semarang
Tanoto Foundation kembali gelar rapat pertemuan dengan para stakeholder Program PINTAR.
Fajriah melaporkan 6 poin utama dalam rapor pendidikan, yakni mengenai kemampuan numerasi siswa (SD/MI & SMP/MTs) yang berada di bawah kompetensi minimum, adanya perbedaan pemerataan indeks karakter, indeks kualitas pembelajaran yang sudah terarah, indeks refleksi guru yang aktif, kepemimpinan intruksional yang terarah, dan iklim iklusivitas yang sudah mulai ada.
Dari hasil rapor pendidikan tersebut, diusulkan beberapa kegiatan perbaikan, antara lain pelatihan numerasi kelas awal, perpustakaan digital, dan SIM Ajar, pemerataan pendidikan melalui sistem zonasi, penerapan diseminasi modul pembelajaran dari Tanoto Foundation, serta mewujudkan program sekolah ramah anak dan inklusif.
Fajriah menyatakan dukungannya kepada Tanoto Fondation bila hendak mengadakan program terkait sekolah inklusif.
“Dukungan penuh saya berikan kepada Tanoto Foundation, hanya saja perlu memperhatikan Perda dan Perwal yang sudah ada di Kota Semarang,” ungkap Fajriah.
Senada dengan Fajriah, dukungan juga disampaikan oleh Drs. Hidayatullah I.P.
“Dinas Pendidikan akan sangat mendukung bila Tanoto Foundation memiliki program yang mendukung sekolah ramah anak dan inklusif karena selama ini masih ada sekolah yang yang belum siap menerima anak dengan kebutuhan khusus (ABK), baik dari segi infrastruktur maupun guru. Guru yang ada bukan dari lulusan yang diperuntukkan khusus ABK. Jadi banyak yang kewalahan dalam melayani.”
Tak mau ketinggalan dalam memberikan dukungan, M. Ahsan, juga menyampaikan apresiasi luar biasa kepada Tanoto Foundation yang selalu setia membersamai dalam rangka membangun pendidikan kota Semarang dengan program-program yang touchdown dan terukur.
“Harapan kami, rapor pendidikan ini bisa jadi benchmark kita dalam mengelola pendidikan kota Semarang ke depan,” tutur M. Ahsan mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang yang berhalangan hadir sekaligus membuka kegiatan.
Sementara itu, Johanes Adhi Nugroho menyatakan bahwa usulan diseminasi dapat dilakukan dengan pengajuan kegiatan peningkatan kualitas pembelajaran.
Untuk mendukung rencana kegiatan, penyelenggara dapat melakukan pertukaran data dengan Litbang Bappeda.
“Tentunya, hasil pertemuan ini akan kami laporkan ke Kepala Kantor Kemenag sebagai bahan informasi dan rekomendasi,” tambah Abdul Salim, pengawas Kantor Kementerian Agama Kota Semarang
Rosamaji, M.Pd. (Kepala SDN Sendangmulyo 04) mengusulkan akan lebih efektif bila proses pelatihan Tanoto Foundation juga melibatkan peran pengawas.
Tujuannya agar kehadiran peserta bisa lebih maksimal.
“Dukungan dari banyak pihak kepada Tanoto Foundation sangat berarti bagi suksesnya program yang direncanakan. Semoga kegiatan-kegiatan yang telah disepakati bersama ini mengantarkan Kota Semarang menuju perbaikan kualitas pendidikan yang jauh lebih baik,” ungkap Nurkolis. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Foto-bersama-peserta-pertemuan-pemangku-kepentingan-Program-PINTAR-Tanoto-Foundation-Kota-Semarang_1.jpg)