Kematian Ibu dan Bayi Terbanyak Diraih Banyumas dan Grobogan, Jadi Sorotan Internasional

Banyumas merupakan daerah dengan kematian bayi tinggi, sedangkan Grobogan merupakan daerah dengan angka kematian ibu tertinggi di Jawa Tengah.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Petugas Project Hope melakukan pendampingan ibu hamil risiko tinggi di Grobogan saat program berjalan. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Dua  daerah di Jawa Tengah masing-masing  Banyumas dan Grobogan menjadi sasaran program Saving Live at Birth (menyelamatkan nyawa saat lahir) tahap III atau SLAB-III.

Program itu telah dilaksanakan oleh Yayasan Project HOPE dengan dukungan Johnsons & Johnsons Foundation.

Dua kabupaten tersebut menjadi proyek sasaran lantaran Banyumas merupakan daerah dengan kematian bayi tinggi. 

Sedangkan Grobogan merupakan daerah dengan angka kematian ibu tertinggi di Jawa Tengah.

Melalui program tersebut, Project HOPE melakukan intervensi terhadap implementasi layanan kesehatan ibu dan anak (KIA).

Intervensi yang dilakukan yaitu melaksanakan pelatihan kompetensi tenaga medis, pemberdayaan masyarakat serta kegiatan orientasi dan pendampingan.

"Program berlangsung selama 3 tahun, sejak 2019 hingga 2022," papar Program Manager Maternal Neonatal and Child Health Yayasan Project HOPE, dr. Raden Noviane Chasny seperti keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (12/5/2022).

Ia menjelaskan, program SLAB-III dilaksanakan berdasarkan analisis situasional di dua daerah tersebut.

Di samping itu, Project HOPE juga telah memetakan sejumlah masalah terkait layanan kesehatan ibu dan anak.

"Di antaranya, masalah kapasitas tim kesehatan, kompetensi tenaga kesehatan, kesiapan fasilitas kesehatan, pemantauan dan evaluasi hingga perilaku kesehatan masyarakat," ujarnya.

Program SLAB-III telah menghasilkan tiga capaian utama.

Pertama, Program SLAB-III mampu meningkatkan pelaksanakan dan monitoring evaluasi program KIA.

Aksi nyata yang dilakukan di Banyumas yaitu eradikasi Pre-Eklampsia.

"Pre-Eklampsia ini penyakit karena tekanan darah tinggi yang timbul pada saat kehamilan," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved