Berita Sukoharjo

Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo Pantau Pasar Sapi Mojolaban, Antisipasi Wabah PMK

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Agus Santosa melakukan pantauan di Pasar Sapi Bekonang, Mojolaban

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: muslimah
Pemkab Sukoharjo
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Agus Santosa saat memantau kondisi sapi di Pasar Hewan Bekonang, Mojolaban. 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Agus Santosa melakukan pantauan di Pasar Sapi Bekonang, Mojolaban, Senin (17/5/2022).

Pantauan itu dilakukan terkait merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Dalam upaya mencegah PMK masuk ke Sukoharjo, Etik membuat kebijakan setiap hewan ternak yang masuk harus mengantongi surat sehat dari wilayah asal. 

“Wabah penyakit PMK ini jadi perhatian karena di Sukoharjo ada pasar hewan, pasar sapi di Bekonang, Mojolaban,” ungkapnya.

Baca juga: Kirab Merah Putih Haul Habib Thoha Bin Muhammad Bin Yahya Kembali Digelar, Hendi: Semarang Beruntung

Baca juga: Jadwal Semifinal SEA Games 2021 Timnas U23 Indonesia Vs Thailand dan Vietnam Vs Malaysia

Dia mengatakan, wabah PMK harus jadi perhatian karena di kabupaten tetangga (Boyolali) sudah ditemukan kasus PMK.

“Terkait dengan PMK ini, setiap hewan utamanya sapi yang berasal dari luar dan akan masuk di Kabupaten Sukoharjo wajib dilengkapi surat sehat dari wilayahnya,” tegasnya.

Menurutnya, pengetatan persyaratan tersebut bertujuan agar ternak sapi yang masuk, utamanya akan dijual di Pasar Hewan Bekonang khususnya dan Sukoharjo umumnya, benar-benar sehat.

Etik tidak berharap di Sukoharjo ada kasus PMK sehingga merugikan peternak dan masyarakat.

“Kalau tidak dilengkapi surat sehat dari dokter hewan dari daerah asal, ya ditolak masuk,” tuturnya.

Sementara itu, terkait dengan pengawasan, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno mengatakan, ada petugas yang standby setiap hari pasaran.

Hal itu bertujuan untuk memeriksa arus lalu lintas hewan ternak yang akan masuk.

“Ada petugas yang akan mengukur suhu tubuh sapi, surat kelengkapan sehat dan lain sebagainya. Tanpa dilengkapi, kita akan tolak,” jelasnya.

Menurut Bagas, hingga saat ini di Kabupaten Sukoharjo belum terdeteksi adanya PMK. Karena itu pihaknya berharap tidak sampai ada PMK.

“Sosialisasi pada peternak dan masyarakat terus kami lakukan. Selain itu kami juga sedang mengajukan permohonan vaksin sapi,” tandasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved